Kamis, 11 Juni 2026

Berita NTT

Fresly Nikijuluw Menangkan Hati Warga Atambua

o yang tekun, sejuk dan ulet itu mengatakan, hadirnya Fresly sungguh memberi warna baru dalam blantika musik Indonesia.

Tayang:
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Fresly Nikijuluw saat berada di Belu Atambua 

Memantik Daya Tarik

Mengapa orang begitu “gila” pada Fresly hingga usai konser pun masih menyerbu Hotel Matahari, tempat ia dan tim musik menginap? Bagi saya, Fresly yang masih muda belia dan tercatat berusia 26 tahun itu sungguh memantik daya Tarik.

Ia memikat dan menjadi jawara di Atambua malam itu. Ia punya ciri khas vokal dengan karya-karya yang menyentuh hati siapa saja. Dan, hal utama lain adalah ia mampu membangun kedekatan (proximity) melalui karya dan pentas panggung itu.

Vokalnya lembut bestari. Saat live, vokalnya seindah suara rekaman. Fresly memenangkan hati para penikmat. Siapa saja akan jatuh hati kala mendengar karya-karyanya.

Dari sono-nya memang orang Maluku punya spesialis khusus di bidang musik. Siapa yang tak kenal lagu Goyang Tabelo-nya Jopie Lattu? Atau Deviano Latuihamallo yang populer dengan nama Glen Fredly?

Pun Doddy Latuharhary, Mitha Talahatu sang Ratu Galau itu, Regina Ivanova Polapa, Gamaliel Tapihere, Monica Tahalea, Igo Pentury dan masih banyak lagi artis dari negeri rempah-rempah itu.

Jauh hari sebelumnya nama-nama seperti Bob Tutupoly, Lex Trio, Ade Manuhutu, Helas Grup dan Broery Pesolima, juga nama yang patut kita sebut adalah Frangky-Jane Sahilatua, meski lahir dan besar di Surabaya, Jawa Timur, mengalir dengan deras darah Ambon Manise ini. Masih banyak artis yang dibentuk dan terlahir dari rahim daerah ini.

Frangky dalam sebuah otokritiknya mengatakan bahwa lagu-lagu Ambon masih berkutat pada tema kampung halaman semata. Kritik ini syah-syah saja. Tapi, bukankah lagu-lagu ini mencerminkan ikatan batin yang kuat dari para artis itu dengan daerah asalnya?

Saya hanya ingin mengatakan bahwa lagu-lagu yang dinyanyikan Fresly, seperti Beta Salah Apa, Mantan, Tamang Pung Kisah, Sebelum Pergi, Ada Sayang-sayangnya (lagu terakhir merupakan hits terbarunya) merupakan karya luar biasa dan menggetarkan relung-relung jiwa.

Lagu Ada Sayang-sayangnya dan beberapa lagu lain sempat membuat airmata penonton jatuh di lapangan itu. Di barisan depan konser itu sejumlah perempuan muda menitikkan air mata. Mereka memang larut, terbawa dalam arus rasa terdalam. Kekuatan kata (syair) dan teknik Fresly membawakan itulah yang dapat “mengetuk” dan meluluhkan hati warga Atambua. Ya, bahasa cinta memang universal, dialami setiap insan manusia.

Juru Bicara KPU Belu, Herlince Emiliana Asa, mengatakan, satu dua alasan mengapa lagu-lagu Fresly dikenal luas karena pada semua bus maupun rental mobil yang menuju Kupang dan sebaliknya, berjarak 300 kilometer itu sering memutar lagu-lagu ini. Karena itu, katanya, warga Belu menjadi familiar dan akhirnya mencintai lagu-lagu Fresly.

Selain itu, Herlince mengatakan, Fresly selalu meng-update lagu-lagu terbarunya pada kanal Youtube yang saat ini mendekati 500 ribu subscriber itu. Kekuatan dunia digital juga menjadi penentu ketenaran Fresly hingga ke pelosok negeri.

Saat ini untuk menjadi terkenal tak harus ke Jakarta seperti tempo dulu. Dengan kekuatan digital yang luar biasa dan tak terbendung, siapa saja boleh menjadi populer asal memanfaatkan dan mengikuti pakem-pakem media sosial dengan baik. Lihatlah Fresly yang kini menjadi pesohor membangun karier dari Kota Ambon. Sekali lagi bukan dari Jakarta atau kota-kota besar lain di Pulau Jawa.

Manajer Tribun EO, Mas Bimo yang tekun, sejuk dan ulet itu mengatakan, hadirnya Fresly sungguh memberi warna baru dalam blantika musik Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada KPU Belu, Polres Belu, Pemda dan semua pihak yang telah berperan menyukseskan acara ini, termasuk para fans berat Fresly,” kata lelaki asal Bandung, Jawa Barat yang tumbuh dan besar di Pulau Dewata Bali ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved