Jumat, 8 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 28 April 2024, "Kebersatuan dengan Kristus"

Kristus Yesus adalah Kepala Gereja dan kita adalah anggota-anggotanya Yesus menggunakan contoh tanaman anggur sebagai tanaman khas

Tayang:
Editor: Eflin Rote
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Pastor John Lewar, SVD

Minggu, 28 April 2024
HARI MINGGU PASKAH V

Lectio:
Kisah Rasul 9:26-31
Mazmur 22:26b-27,28,30,31-32
1Yohanes 3:18-24
Yohanes 15:1-8

Meditatio:
Dalam Injil hari ini, Yesus memaklumkan diriNya sebagai pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingNya. Bapa adalah “pengusaha” yang memiliki kebun anggur, Yesus menyatakan diriNya sebagai “pokok anggur” atau pohon, dan para murid-murid Yesus sebagai “ranting-rantingnya”.

Sementara itu, “anggur” adalah buah-buah kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan. Kristus Yesus adalah Kepala Gereja dan kita adalah anggota-anggotanya Yesus menggunakan contoh tanaman anggur sebagai tanaman khas yang dimiliki oleh hampir setiap petani di Israel saat itu, selain gandum dan tanaman buah-buahan lainnya.

Tanaman anggur menjalar ke mana-mana sesuai dengan pengaturan dari sang petani. Pucuk-pucuk baru yang muncul, nantinya akan menjadi ranting-ranting, haruslah dijaga baik-baik oleh sang petani supaya bisa menghasilkan bunga dan buah.

Kalau tidak diperhatikan maka ranting-ranting itu akan mati dan tidak menghasilkan buah apa pun. Bagi orang-orang Israel sendiri, pohon anggur merupakan lambang kehidupan mereka sebagai sebuah bangsa (Yer 2:21; Yeh 15:6; Hos 10:1). Tanaman anggur juga melambangkan suasana damai dan harmonis.

Kristus adalah kepala gereja dan kita adalah ranting-rantingnya orang Kristiani sebagai anggota gereja dan pengikut Kristus tidak mungkin hidup, berkembang dan berbuah, jika terpisah dari sang kepala, Yesus Kristus. Bagi murid Kristus, kebersatuan dengan Yesus bersifat mutlak dan tak terelakkan (Santu Agustinus).

Ada dua hal penting yang patut kita renungkan melalui perumpamaan tentang Pokok Anggur ini. Pertama, Tinggal di dalam Yesus. Hal ini berhubungan dengan pentingnya persekutuan atau kebersatuan yang intim dengan-Nya bersama Bapa di Surga dalam Roh Kudus.

Tinggal di dalam Kristus berarti berpartisipasi dalam keintiman dengan-Nya, saling berbagi hidup yang mendalam dengan Tuhan. Tinggal di dalam Yesus berarti menjadi murid-Nya.

Paus Fransiskus, dalam homilinya di Paroki Santa Maria Regina Pacis, Roma, pada hari Minggu 3 Mei 2015 yang lalu,
mengatakan bahwa tinggal bersama Yesus Kristus berarti melakukan segala sesuatu sebagaimana Ia sendiri sudah melakukannya: berbuat baik, menolong sesama, berdoa kepada Bapa, merawat orang sakit, membantu orang miskin, memiliki sukacita di dalam Roh Kudus.

Paus juga mengartikan tinggal di dalam Yesus berarti bersatu dengan Yesus dan menerima hidup, kasih dan Roh Kudus dari-Nya. Tinggal bersama Yesus berarti menerima pengampunan yang berlimpah.

Tinggal bersama Yesus berarti mencari dan berjumpa dengan Yesus dalam doa-doa kita, dan semakin menjadi dekat dengan-Nya dalam sakramen Ekaristi dan sakramen tobat. Kedua, Pentingnya kita bersekutu dengan Yesus Kristus
supaya memperoleh keselamatan dan menghasilkan buah-buah rohani.

Ini berarti Tuhan Yesus itu harus dirasa penting dan dibutuhkan oleh manusia karena terlepas dari Yesus, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita membuka diri kepada Tuhan dan membiarkan Ia masuk dan tinggal di dalam hidup kita.

Bersatu dengan Yesus berarti siap untuk menghasilkan buah rohani dalam ketekunan. Kita harus sadar bahwa Yesus bukan hanya pokok anggur tetapi Pokok Anggur yang benar dan Bapa di Surga adalah pengusahanya. Kedua hal ini sangat penting di dalam kehidupan kita sebagai pengikut Kristus.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved