Berita NTT

Politani Kupang Gandeng Van Hall Larenstein Belanda Kembangkan Tiga Komoditas Hortikultura di NTT

Komoditas-komoditas ini yang telah dikaji rantai nilainya melalui training sebelumnya untuk membantu masyarakat di sektor pertanian.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Pose Bersama, Warek I Politani dengan staf dosen Albertien Kijne dari Van Hall Larenstein University of Applied Science Belanda. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politeknik Pertanian Negeri atau Politani Kupang gandeng Van Hall Larenstein University of Applied Science Belanda bakal mengembangkan tiga komoditas hortikultura unggul di wilayah NTT.

Tiga komoditas itu yakni, bawang merah, tomat dan lombok.

Komoditas-komoditas ini yang telah dikaji rantai nilainya melalui training sebelumnya untuk membantu masyarakat disektor pertanian.

Menindaklanjuti tujuan antar dua university dari dua negara ini, Politani Kupang menerima kunjungan staf dosen, Albertien Kijne dari Van Hall Larenstein University of Applied Science Belanda, Rabu 24 April 2024 melalui program Erasmus plus Belanda. 

Koordinator Program Kerjasama Politani Kupang dengan Van Hall Larenstein University of Applied Science Belanda, Melinda Moata menjelaskan diskusi kali ini menindaklanjuti kegiatan Orange Knowledge Program (OKP) Tailor Made Training (TMT).

Kegiatan OKP, kata Melinda adalah kegiatan training tentang analisis Climate adaptive agriculture dan  Value Chain beberapa produk hortikultura seperti, tomat, lombok dan bawang merah di Provinsi NTT.

"Hasil kegiatan OKP TMT kali lalu, kami telah melakukan training dan berdiskusi dalam bentuk FGD dengan pelaku utama di rantai nilai dari tiga komoditi holtikultura itu," kata Melinda.

Melinda menyebut Focus Group Discussion itu melibatkan petani milenial, pengumpul, UMKM, konsumen (Indomart, Hotel & Restaurant) serta aktor pendukung (Bank NTT , BI, dan Dinas Pertanian Prov. NTT) yang  memberikan suport dalam meningkatkan produksi dan ekonomi disektor pertanian.

Baca juga: Direktur Politani Kupang Minta Ratusan Wisudawan Harus Jadi Wirausahawan 


"Hasil diskusi itu, semua pihak sepakat mainkan perannya masing-masing untuk tingkatkan produksi holtikultura di NTT," ujarnya. 

Melinda menjelaskan kerjasama dengan Van Hall Larenstein University of Applied Science Belanda dalam menghasilkan platform kerjasama atau Living Lab.

Living Lab adalah suatu bentuk konsorsium yang melibatkan banyak stakeholders untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Stakeholders ini yang akan kami kumpulkan dalam konsorsium living lab ini,"

Kata Melinda, diskusi hari ini mendatangkan staf Van Hall Larenstein University of Applied Science Belanda, Albertien Kijne guna menindaklanjuti kegiatan OKP dan TMT kali lalu dan memastikan keberlanjutan dari kerjasam living lab dalam rangka pembentukan konsorsium living lab.

Selain itu, Albertien akan memberikan pemahaman bersama tentang Living Lab dan memberikan kuliah umum tentnang manajemen proyek dan agriculture trade management.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved