Berita Sabu Raijua
Pasar Rakyat Nataga Sabu Raijua Sepi
Di pintu masuk pasar ini ditemukan kolam air mancur tanpa air. Tampak toko-toko elektronik menghiasi sisi kiri dan kanan pintu masuk pasar ini.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
"Jaga sapi saja di sini. Kemarin beli jagung lima ember habis, dimakan sapi,"keluhnya.
Seorang pedagang, Nahopi mengaku sudah berjualan sejak dibangunnya Pasar Nataga.
Tampak jagung jualannya penuh rata dengan mulut ember besar. Menandakan betapa sepinya pasar ini. Meski begitu, mereka tetap membayar retribusi sebesar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per hari.
"Setiap hari begini. Lihat saja dari tadi di sini tidak ada orang. Tidak tahu lagi orang beli di mana. Mungkin di pinggir jalan,"katanya.
Mereka berharap, pemerintah menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan mengarahkan masyarakat untuk berbelanja di Pasar, sehingga pasar pun kembali ramai.
Pasar Nataga dibangun dengan dana bantuan pemerintah pusat melalui kementerian perdagangan pada tahun 2012 silam.
Pada awalnya pasar ini sempat ditolak oleh masyarakat. Namun dengan pendekatan yang dilakukan, masyarakat dapat memahami pembangunan tersebut.
Baca juga: Masyarakat Sabu Raijua Diimbau Tak Urus Sertifikat Tanah Lewat Calo
Bangunan pasar yang terletak di kecamatan Sabu Barat ini pun diresmikan mantan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, pada 25 November 2014 bersamaan dengan Pasar Napuru di Kecamatan Sabu Timur dan pasar Teriwu di Perbatasan Kecamatan Liae dan Hawu Mehara. Waktu itu, peresmian pasar ini dipusatkan di pasar Nataga. (dhe)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pasar-Nataga.jpg)