Berita Sabu Raijua

Pasar Rakyat Nataga Sabu Raijua Sepi 

Di pintu masuk pasar ini ditemukan kolam air mancur tanpa air. Tampak toko-toko elektronik menghiasi sisi kiri dan kanan pintu masuk pasar ini.

|
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Tampak lorong pasar di depan lapak pedagang di pasar Nataga Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua pada Rabu, 24 April 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, SEBA - Di pinggir jalan raya Kabupaten Sabu Raijua banyak ditemukan lapak-lapak pedagang menyerupai pasar kecil yang dibangun masyarakat untuk menjajakan jualannya.

Sementara sudah disediakan Pasar Rakyat di sejumlah Kecamatan di Sabu Raijua.

Pasar Rakyat Nataga salah satu pasar yang terletak di kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Di pintu masuk pasar ini ditemukan kolam air mancur tanpa air. Tampak toko-toko elektronik menghiasi sisi kiri dan kanan pintu masuk pasar ini.

Bagian tengah bangunan pasar ini hampir semua ruko kosong dengan pintu yang tertutup rapat. Seperti tidak ada kehidupan layaknya pasar yang biasanya riuh.

Di bagian belakang pasar ini ada sekitar puluhan pedagang yang bertahan dalam kesepian pasar ini untuk menyambung hidup. Meski tampak jualan mereka tetap penuh dalam wadah.

Charles (64), awalnya dulu ikut kapal ke Sabu bekerja sebagai juru bahasa akhirnya ia membaca peluang untuk berjualan ubi dan pisang di Terminal Seba, Sabu Raijua. Saat dibangunnya Pasar Rakyat Nataga ini, ia pun direlokasi ke Pasar Nataga.

Baca juga: Cara Daftar Bacabup dan Bacawabup DPC PKB Sabu Raijua Secara Online

Pasar Nataga dari waktu ke waktu semakin sepi. Sejalan dengan munculnya 'pasar-pasar pinggir jalan' yang kini tumbuh subur dan menjamur di Sabu Raijua. 

Kehadiran 'pasar-pasar pinggir jalan' mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pokok. Namun 'pasar-pasar pinggir jalan' ini diduga menjadi penyebab masyarakat tidak lagi berbelanja ke pasar.

"Aduh Pasar sepi sekali" ujar Charles sambil membersihkan kacang hitam di lapak jualannya pada Rabu, 24 April 2024.

Menurut pengakuannya, kadang-kadang masyarakat datang dan berbelanja di Pasar Nataga. Lebih banyak berbelanja di 'pasar pinggir jalan'. Ketika barang yang dicari tidak ada, baru mereka mencari ke pasar.

Dua puluhan tahun menjadi pedagang, sejak direlokasi ke Pasar Nataga sering sekali barang jualannya tidak laku. Bahkan berminggu-minggu. Sehingga banyak juga teman pedagangnya memilih untuk berjualan di pinggir jalan. Meski sepi, masih ada sekitar puluhan pedagang bertahan di Pasar Nataga

"Jadi kami kandas ini,"lanjutnya.

Banyaknya hewan ternak yang berkeliaran, membuatnya harus tetap menjaga lapaknya agar barang jualan tidak termakan ternak dan wadah jualannya tidak dirusak ternak.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved