Berita Manggarai Timur

Uskup Ruteng Bersama Penjabat Bupati Manggarai Timur Panen Raya Jagung PT SMJ Demplot Seminari Kisol

Panen raya ini diawali dengan doa dan pemberkatan oleh Uskup Siprianus. Selanjutnya dilakukan panen raya secara simbolis.

|
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat dan Pj Bupati Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan sedang panen raya simbolis jagung PT SMJ di demplot Seminari Kisol. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Pr bersama Penjabat Bupati Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan Siregar melakukan panen raya jagung di kebun BLKK Seminari Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Sabtu 20 April 2024.

Pantauan POS-KUPANG.COM, terlihat kedatangan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat bersama Penjabat Bupati Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan Siregar, Direktur Utama PT Silvano Maynard Jaya (SMJ), Silvester Sudin, Wesly Altie Hasibuan selaku Partnership Operation Departement Head, PT Seger Agro Nusantara, dan RSM PT Syngenta Indonesia Khusaeri disambut dengan tarian tiba meka (tarian penjemputan tamu) dan penerimaan secara adat kepok. 

Turut hadir juga Penjabat Sekda Manggarai Timur Drs Remigius Gonsa Tombor, Kadis Pertanian Manggarai Timur Yohanes Sentis, Praeses Seminari Kisol RD Fransiskus Hermus, Direktur BLKK Seminari Kisol RD Pice Jonta, mitra Bank NTT, BRI, dan BNI, karyawan dan petani PT SMJ

Panen raya ini diawali dengan doa dan pemberkatan oleh Uskup Siprianus. Selanjutnya dilakukan panen raya secara simbolis. 

Usai panen raya, selanjutnya rombongan melihat teknologi alsintan yang disediakan PT SMJ untuk mendukung panen itu seperti alat pengukuran kadar air, mesin pipil jagung dan alat untuk mengukur unsur Ph tanah. Selanjutnya, dilakukan acara pelepasan hasil panen jagung tersebut untuk dijual oleh PT tersebut oleh Penjabat Bupati Boni. 

Dirut PT SMJ, Silvester Sudin, menerangkan, lahan demplot jagung milik PT SMJ di BLKK Sememenari Kisol sebanyak 4 hektar dari sekitar 14 hektar luas lahan keseluruhan di BLKK tersebut. Demplot jagung itu merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama dari PT SMJ bersama PT Seger Agro Nusantara, dan RSM PT Syngenta Indonesia. 

Silvester mengaku, meskipun dilanda el nino berupa kemarau panjang, namun karena berkat doa dan campur tangan Tuhan, jagung pada demplot itu berhasil dipanen hanya mengandalkan embun. 

Menurutnya, selain itu juga ada niat dan tindakan dari karyawan, pihak BLKK dan pihak lainya yang berkolaborasi dengan baik sehingga berhasil panen. 

Silvester juga menerangkan, selain demplot 4 hektar di BLKK Seminari Kisol, juga PT SMJ bersama dengan petani di seluruh wilayah Manggarai Raya mencapai 500 hektar kebun jagung. Dari jumlah itu sekitar 1,2 hektar gagal panen di desa Compang Ndejing, Bea Ngencung, Lidi, Golo Mantan dan Watu Mori karena El Nino. 

Silvester juga menerangkan program dari PT SMJ adalah dengan pola P4 dengan poin utama mengubah mainset petani.

Adapun pola P4 itu yakni melakukan pelatihan kepada seluruh petani, selanjutnya dilakukan pendampingan oleh PPL baik dari PT SMJ sendiri, maupun juga PPL dari PT Syngenta Indonesia dan PT Seger Agro Nusantara serta PT Petrokimia Gersik. 

"Setelah dilakukan pendampingan, maka kita akan dilakukan pengembangan prodak dengan cara melakukan penggemukan sapi dengan sumber makan dari hasil daun, batang dan juga hasil jagung itu. Dan poin yang paling esensial sekali yaitu mengubah mainset dari para petani dan itu pelan pasti bisa. Ayo bersama kita bisa, kalau tidak bisa itu bukan petaninya PT SMJ,"ujar Silvester. 

Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, mengatakan, sebagai pemimpin agama menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari PT SMJ bersama PT Seger Agro Nusantara, dan RSM PT Syngenta Indonesia yang telah melakukan inisiatif untuk masyarakat petani di wilayah Keuskupan Ruteng dengan memulai pilot project di Seminari Kisol dan juga di beberapa wilayah lain. 

Menurutnya dengan cara ini tentu disambut baik oleh Pemkab Manggarai Timur khususnya, pihak gereja dan masyarakat petani itu sendiri. 

Baca juga: Mengaku Jadi Korban Begal, Pria di Manggarai Timur Diduga Beri Keterangan Palsu

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved