Berita Manggarai Timur
Mengaku Jadi Korban Begal, Pria di Manggarai Timur Diduga Beri Keterangan Palsu
Keterangan korban PR bahwa ada pembegalan terhadap dirinya ini juga sudah ramai diberitakan di sejumlah media dan memberikan ketakutan bagi warga
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - PR (37) pria asal Wae Kokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, diduga menyebarkan informasi palsu atau hoax bahwa ada pembegalan terhadap dirinya pada Rabu 17 April 2024, sekira pukul 19.30 Wita di Jalan Lintas Utara Pota-Riung tepatnya di Buntal, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.
Keterangan korban PR bahwa ada pembegalan terhadap dirinya ini juga sudah ramai diberitakan di sejumlah media dan memberikan ketakutan bagi warga pengguna jalan lintas Pantura Pota-Riung akibat keterangan yang diduga bohong yang dibangun PR.
PR sendiri sudah melaporkan aksi pembegalan sadis terhadap dirinya di Polsek Sambi Rampas, Kamis 18 April 2024 kemarin. Atas laporan itu pihak Polsek Sambi Rampas langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan reka ulang di TKP dengan menghadirkan korban PR.
Atas reka ulang tersebut, pihak kepolisian menemukan ada kejanggalan dan menduga keterangan yang dibuat oleh korban PR diduga palsu alias bohong alias menyebarkan hoax.
"Anggota kami masih menggali keterangan, sebagai informasi awal bahwa setelah adalah laporan tersebut Unit Serse Polsek Sambi Rampas langsung turun ke TKP bersama dengan korban. Setelah di rekonstruksi keterangan korban, ada beberapa kejanggalan antara fakta di lapangan dengan apa yang dilaporkan sehingga dilakukan komunikasi terhadap korban yang akhirnya mengakui bhw apa yg dilaporkan adalah tidak benar atau laporan palsu tidak ada kejadian pembegalan," terang Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto, S.ST., M.MAR.E., M.M., M.Tr.Opsla kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 21 April 2024.
Baca juga: Evakuasi Mobil Dump Truk Terbalik di Elar Manggarai Timur Dilakukan Besok, Polisi Minta Bantu Warga
Suryanto mengatakan, korban mengatakan hal tersebut hanya karena untuk menutupi permasalahannya telah menggunakan uang yang bukan miliknya agar pemilik uang ibah sehingga tidak meminta PR untuk mengganti.
Suryanto mengaku pihaknya kaget dengan laporan dari PR bahwa ada pembegalan sadis seperti itu.
"Jujur kami kaget, karena selama ini Manggarai Timur tidak ada begal sadis seperti itu. Kami juga sudah bentuk Tim Buser Polres untuk mendalami kasus,"ujarnya. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
begal
Kabupaten Manggarai Timur
Wae Kokak
Kabupaten Nagekeo
Kapolres Manggarai Timur
Polres Manggarai Timur
POS-KUPANG.COM
Theodorus Jevan Kapang, Korban Lakalantas di Peot Borong Terkenal Baik dan Penurut di Sekolah |
![]() |
---|
Kapolres Manggarai Timur Ungkap Penyebab Lakalantas Maut di Peot yang Tewaskan Seorang Pelajar |
![]() |
---|
Jelang Nataru, Kapolres Manggarai Timur Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Turangga 2024 |
![]() |
---|
Prabowo Bangun Gedung Pusat Emergency Unit RSUD Borong Senilai Rp 170 Miliar Melalui Program PHTC |
![]() |
---|
Target Redis Tanah 2024 Manggarai Timur 2.625 Bidang, Tim Gugus Tugas Reformasi Agraria Gelar Sidang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.