Berita NTT
Pimpinan DPW PAN NTT Silahturahmi ke Pimpinan Agama di Kota Kupang
Hasilnya kini hampir sebagian besar sayuran dan pokok lainnya didatangkan dari wilayah sekitar Labuan Bajo.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pimpinan DPW PAN NTT melakukan silahturahmi ke sejumlah para pimpinan agama di Kota Kupang.
Silahturahmi dengan mengunjungi pimpinan sinode GMIT, Nahdatul Ulama (NU) Wilayah NTT, dan pimpinan Muhammadiyah NTT maupun menemui pimpinan gereja Musafir di Kota Kupang, Kamis 18 April 2024.
Ketua DPW PAN NTT Ahmad Yohan bersama sejumlah pengurus mengawal silaturahmi ke kantor Sinode GMIT. Di tempat itu, Ketua Sinode GMIT Pdt Samuel Pandie menyambut para pengurus.
Mengawali dialog, Ahmad Yohan mengaku dirinya ingin agar masyarakat dibantu pembedayaan. Hal itu bertujuan membantu peningkatan perekonomian masyarakat tingkat bawa.
Baca juga: BREAKING NEWS: KPU 3 Kabupaten di NTT Belum Terima Anggaran Pilkada 2024
Kerja semacam ini juga perlu dilakukan oleh rumah ibadah. Tokoh agama, menjadi bagian penting dalam menggerakkan pemberdayaan yang ada.
"Nanti saya minta pimpinan Bank Indonesia untuk silahturahmi ke GMIT. Nanti kalau ada program pemberdayaan kita bisa komunikasi," kata dia.
Dia cerita kalau di Flores memang ia sering mengintervensi program pemberdayaan. Pola yang sama dia ingin agar dilakukan juga di semua pulau di NTT, termasuk di Timor dan Sumba sebagai salah satu wilayah besar.
Dia mengaku ketika berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat, dia melihat banyak hotel yang mengambil sayuran atau bahan pokok dari luar daerah. Menurut dia, dampak ke masyarakat dari pembangunan sangat kecil.
Kondisi itu, Ahmad Yohan yang juga anggota DPR RI, kemudian berkomunikasi dengan mitra komisi untuk melakukan intervensi.
Presidium MN KAHMI itu meminta perbankan membantu masyarakat sekitar menyediakan bahan sayuran untuk dijual ke perhotelan di Labuan Bajo. Hasilnya kini hampir sebagian besar sayuran dan pokok lainnya didatangkan dari wilayah sekitar Labuan Bajo.
Menurut Ahmad Yohan, pembedayaan ke kelompok masyarakat menjadi penting dilakukan. Berkaca dari selama ini, dirinya sering membantu masyarakat lewat mitra komisi. Bantuan itu menyasar hingga ke rumah-rumah ibadah.
Di samping itu, dia meminta GMIT bisa memberi masukan terhadap PAN agar punya kader maupun calon kepala daerah yang bisa membantu dan membangun provinsi NTT.
Ketua GMIT Samuel Pandie mengaku memang pola pemberdayaan sangat menjadi perhatian GMIT. Dia menyambut baik tawaran dari PAN untuk membantu pembedayaan yang dilakukan.
Di samping itu, Pdt. Samuel Pandie juga menyambut baik jika PAN meminta pikiran atau masukan ke PAN untuk kerja-kerja selanjutnya. Menurut dia, hal itu bisa dilakukan sebab, selama ini tokoh agama juga sering diminta untuk memberi semacam wejangan terhadap para politisi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.