Kamis, 9 April 2026

Berita Timor Tengah Utara

Warga Desa Ponu Terancam Gagal Panen, Hama Serang Jagung dan Padi 

Isak berharap, Dinas Pertanian Kabupaten TTU bisa memberikan bantuan pestisida agar masyarakat bisa mengatasi hama tersebut.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU -  Warga Desa Ponu, Kecamatan Bikomi Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengeluhkan persoalan hama yang menyerang tanaman pertanian milik mereka.

Saat diwawancarai, Minggu, 7 April 2024, Warga Desa Ponu, Isak Tefa mengatakan, hama yang menyerang padi milik petani di Desa Ponu ini terjadi sejak tanaman itu berumur 3 pekan. Kebetulan pada waktu itu tidak hujan, hama belalang kemudian menyerang tanaman tersebut hingga rusak.

Setelah intensitas hujan perlahan membaik dan padi perlahan tumbuh, masing-masing pemilik sawah menyemprot hama tersebut dengan pestisida.

Sedangkan tanaman jagung milik warga diserang hama hingga tersisa batangnya saja. 

Bagi Isak, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan yang sama. Namun, saat ini padi perlahan sudah mengeluarkan bulir pasca masyarakat menempuh sejumlah langkah mengantisipasi serangan hama itu.

"Setelah dia tumbuh kembali, padi ini tidak setinggi yang normalnya itu,"ujarnya.

Baca juga: GMNI Kefamenanu Desak Pemda Segera Maksimalkan Pelayanan Pengobatan di RSP Ponu Timor Tengah Utara


Sebelum hama belakang ini menyebrang tanaman warga,  hama ulat grayak sempat menyerang tanaman jagung milik warga. Hama ulat grayak ini menyerang tanaman jagung ketika pucuk jagung perlahan muncul.

Hal ini menyebabkan nyaris semua tanaman jagung milik warga terancam gagal panen. Pada tahun ini, kata Isak, mayoritas tanaman jagung milik masyarakat di Ponu gagal panen.

"Hanya waktu itu tidak ada laporan dari desa ke kabupaten kah,"ungkapnya.

Ia mengakui bahwa, sekitar 50 hingga 60 lahan pertanian milik warga di Desa Ponu terdampak serangan hama tersebut. Sejauh ini, Pemda TTU belum menyalurkan bantuan atas persoalan yang dialami warga setempat

Isak berharap, Dinas Pertanian Kabupaten TTU bisa memberikan bantuan pestisida agar masyarakat bisa mengatasi hama tersebut.

"Terus ada petugas pertanian bisa kasih penyuluhan bagaimana caranya supaya bisa hilang itu hama,"pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kadis Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak SP. M.Si mengatakan, pihaknya sudah merespon keluhan warga dengan meninjau langsung ke lapangan dan memastikan keluhan warga ini.

Dikatakan Chairel, belalang yang menyerang tanaman warga adalah belalang kayu bukan belalang kembara. Selain itu, keluhan warga perihal hama merah tersebut, sebenarnya bukan hama tetapi, penyakit yang disebabkan oleh mikroba.

Baca juga: Bupati TTU Pastikan Pembangunan Puskesmas Mamsena Dilanjutkan Tahun 2024

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved