Sabtu, 18 April 2026

Tokoh NTT

Profil Komjen Pol Purn Gories Mere, Tokoh NTT yang Pernah Pimpin BNN, Dikenal Perintis Densus 88

Gories Mere yang kala itu berpangkat Komisaaris Besar Senior Polisi ditunjuk Kapolri menjadi 'komandan lapangan' dalam penanganganan Kasus Bom Bali.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
ISTIMEWA
Komjen Pol Purn Gories Mere, tokoh NTT yang harum di dunia anti teror 

POS-KUPANG.COM - Nama Komjen Pol. (Purn) Drs. Gregorius Mere atau yang akrab disapa Gories Mere melambung harum pasca rentetan aksi teror bom di Indonesia, medio 2000an.

Putera Usu-Pode, Nangaroro, Nagekeo kelahiran Flores Tumur NTT pada 17 November 1954 itu disebut sebagai salah satu perintis Densus 88, sebuah unit khusus anti teror di tubuh Polri yang berhasil meredam berbagai aksi teroris di Indonesia.  

Awalnya, Gories Mere yang kala itu berpangkat Komisaaris Besar Senior Polisi ditunjuk Kapolri menjadi 'komandan lapangan' atau Ketua Tim Penyidik dalam penanganan aksi teror tersebut Bom Bali 2002.

Baca juga: Profil Nafsiah Mboi, Tokoh NTT yang Jabat Menteri Kesehatan, Pernah Diganjar Ramon Magsaysay Award

Tim itu berada dibawah komando Irjen Made Mangku Pastika sebagai Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali I.

Adapun cikal bakal pembentukan Detasemen Khusus 88 yang menangani terorisme dimulai pada sekitar Maret 2003, dengan membentuk Detasemen Anti Teror Bareskrim Polri.

Selanjutnya berdasarkan Keputusan Kapolri No. Pol.: Kep/30/06/2003 tanggal 30 Juni 2003,Detasemen Anti Teror Bareskrim Polri divalidasi dan diberi nama baru menjadi Detasemen Khusus 88 Anti Teror Bareskrim Polri.

 

Karier dan Jabatan

Gories Mere yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (AKABRI) tahun 1976 merupakan polisi berpengalaman di bidang reserse dan intelijen, khususnya terorisme dan narkotika.

Ia pernah mengenyam pendidikan pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 1986, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespimpol) lulus pada 1992, Sekolah Staf Komando (Sesko) ABRI lulus 1998. 

Ia juga menyenyam pendidikan di Combat Intelligence & Counter Disaster Course, Royal Military College of Science Swindon, Inggris.

Gories sempat lama bertugas di Timor Timur (saat masih bergabung dalam NKRI) ketika masih perwira pertama dan menengah, khususnya di bidang intelijen keamanan (Intelkam).

Oleh karena prestasinya yang prima di setiap medan penugasan, karier Gories pun menanjak dengan pasti.

Suami Nina Campos itu pernah menjadi Kasat Serse Umum Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Timur hingga Direktur Reserse Polda Metro Jaya dan Direktur Reserse Polda Jawa Barat.

Ia pernah "pulang kampung" dan menjadi Irwasda Polda Nusa Tenggara Timur dan Wakil Kapolda Nusa Tenggara Timur.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved