Selasa, 9 Juni 2026

Tokoh NTT

Profil Komjen Pol Purn Gories Mere, Tokoh NTT yang Pernah Pimpin BNN, Dikenal Perintis Densus 88

Gories Mere yang kala itu berpangkat Komisaaris Besar Senior Polisi ditunjuk Kapolri menjadi 'komandan lapangan' dalam penanganganan Kasus Bom Bali.

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
ISTIMEWA
Komjen Pol Purn Gories Mere, tokoh NTT yang harum di dunia anti teror 

Kontroversi

Dikutip dari Wikipedia, semasa jabatannya di kesatuan anti-teror, Gories tak segan memberi perintah kepada anak buahnya untuk melepaskan tembakan apabila tersangka mencoba kabur.

Di satu sisi, ketegasan ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, namun di sisi lain, perintah tersebut juga menimbulkan tudingan miring terhadap dirinya.

Mantan Direktur Reserse di Kesatuan Polri yang menganut agama Katolik ini kerap dikecam karena dianggap sebagai ancaman bagi kaum ekstrimis Islam.

Ditambah lagi, adalah tugas Mere yang kerap memimpin penggerebekan terhadap terorisme yang kebanyakan dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan jihad dalam Agama Islam.

Namanya sempat disebut ikut serta dalam rangkaian operasi penggerebekan teroris di Medan, Sumatera Utara, padahal jabatan Mere saat itu sudah sebagai Kepala BNN.

Keberadaan 'juragan nomor satu' di BNN ini terendus media ketika tersiar kabar Danlanud Medan mengirim surat kepada Kapolda Sumatera Utara berisi protes atas 'penerobosan' yang dilakukan Densus 88 di Bandara Polonia.

Densus disebut tidak menaati aturan yang berlaku di bandara sesuai dengan standar internasional. Surat juga menyebut adanya kehadiran seorang jenderal bintang tiga di dalam rombongan tersebut.

Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri membantah "Enggak ada masalah. Dia kan lagi kegiatan dengan BNN, jadi enggak ada masalah," Kamis (23/9/2010)

Gories Mere pernah disebut namanya dalam sidang kasus korupsi Solar Home System Kementerian ESDM pada tahun 2009.

Namanya disebut oleh kuasa hukum terdakwa Ridwan Sanjaya, Sofyan Kasim, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/11/2011)

“Yang memesan (proyek) itu ada Sutan Bhatoegana dan dari Polri ada Gories Mere," Sofyan mengaku itu karena adanya hubungan pertemanan antara Jacob (Dirjen Ketenagalistrikan yang di SP3) dan Gories.

Gories Mere mengaku siap diperiksa KPK "Biar saja orang kasih komentar tentang saya. Tapi saya tidak ada hubungan dan kepentingan sama sekali dalam kasus itu," kata Gories.

Pada medio Januari 2021, Gories juga pernah dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi pengalihan aset negara senilai Rp 3 tirliun di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanah tersebut berada di Kerangan Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Saat itu Gories Mere dan Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas juga ikuti diperiksa oleh pihak kejaksaan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved