Paskah 2024
Umat Kampung Kote Noemuti Timor Tengah Utara Gelar Ritual Soet Oe dalam Prosesi Kure Paskah 2024
Setelah menerima berkat dari Pastor, rombongan bergerak ke pinggir kali dan dipimpin oleh Tua Adat di barisan paling depan.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Baginya, Tradisi Kure adalah salah satu tradisi peninggalan Bangsa Portugis yang dihidupi masyarakat Kampung Kote hingga saat ini. Tradisi ini terus dijaga oleh 18 suku yang memiliki rumah adat di kompleks Kampung Kote tersebut.
Memasuki Tri Hari Suci, jalan masuk ke Kampung Kote ditutup. Tidak ada kendaraan yang melintas di dalam kampung tersebut. Masyarakat setempat melaksanakan aktivitas dengan berjalan kaki.
Tidak ada bunyi mesin, bunyi musik dan lain-lain yang mengganggu telinga. Hal ini sebagai untuk menjaga suasana khusyuk dan keheningan dalam perayaan Tri Hari Suci tersebut.
Dikatakan Petrus, Prosesi Kure adalah tradisi berdoa sambil berkeliling di setiap rumah adat di Kampung Kote. Setiap perayaan Hari Raya Paskah, semua keluarga dari Kampung Kote yang berada di luar akan datang berkunjung ke masing-masing rumah adat mereka.
Sementara itu, Pastor Rekan Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti, Romo Yanner Uskenat, Pr mengatakan, gereja sangat menghargai Tradisi Kure ini. Tradisi tersebut mesti dihidupi masyarakat setempat di masa-masa mendatang.
Baginya, Prosesi Kure ini sangat penting untuk tetap bertahan dan dijaga untuk meningkatkan iman umat setempat maupun menjaga warisan sejarah masuknya Agama Katolik di Kampung Kote maupun di seluruh wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.