Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 29 Maret, Selamat Merayakan Kamis Putih

Demikianlah cinta sejati itu dinyatakan. Memang cinta sejati tidak akan pernah bisa tumbuh dalam hati yang gersang.

|
Editor: Rosalina Woso
Dok. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Jumat 29 Maret dengan judul Selamat Merayakan Kamis Putih 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Jumat 29 Maret dengan judul Selamat Merayakan Kamis Putih

Renungan Harian Katolik Jumat 29 Maret dengan judul Selamat Merayakan Kamis Putih ditulis oleh RP Markus Tulu dan mengacu dalam bacaan Kel. 12:1-8.11-14; 1Kor. 11:23-26; Yohanis: 13:1-15.

Selamat Merayakan Kamis Putih, Perayaan Peringatan Perjamuan Malam Terakhir Yesus Dengan Murid-Murid-Nya.

Pesan rohani yang sangat mendalam dari perayaan ini adalah perwujudan cinta kasih sejati Yesus yang dibalas dengan sikap pengkhianatan Yudas Iskariot yang adalah salah seorang murid Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 26 Maret 2024: Akan Menyerahkan Aku

Meskipun Yesus tahu bahwa Yudas hendak menyerahkan Dia kepada pemuka agama Yahudi untuk membunuh-Nya, Yesus tetap taat pada kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Karena itu Yesus tidak menghindarinya dan apalagi menolaknya.

Yesus menanggung semua itu meskipun pada akhirnya harus menempuh jalan salib. Bagi Yesus cinta kepada murid-murid-Nya dan kepada kita para pengikut-Nya mesti berakhir pada peristiwa penyaliban dan mati disalibkan tetaplah ditanggung-Nya asalkan demi penebusan dosa umat-Nya dan keselamatan kita.

Demikianlah cinta sejati itu dinyatakan. Memang cinta sejati tidak akan pernah bisa tumbuh dalam hati yang gersang.

Cinta sejati hanya terus menjadi kian mekar bertumbuh dalam diri orang yang rendah hati. Seperti Yesus yang adalah Putra Allah tapi telah rela turun serendah-rendahnya sampai membasuh dan menyeka kaki para murid-Nya yang disebut rasul, maka hendaklah kita pun meneladani-Nya.

Yakni saling membasuh kaki kita dan saling melayani agar kasih keagamaan kita tidak berhenti di rumah-rumah ibadah tapi dinyatakan tegas, jelas dan pasti dalam kehidupan harian kita. Kita memang sudah bersih oleh sakramen pempaptisan dan sakramen tobat atau pengakuan dosa yang kita terima.

Tapi sering kita masih jatuh dan terlena mengikuti bisikan iblis sehingga kita butuh Tubuh Kristus dan Darah Anak Domba Paskah agar cinta kita kepada Yesus dan kepada sesama kembali dimurnikan. Kel. 12:1-8.11-14; 1Kor. 11:23-26; Yohanis: 13:1-15.
 
 Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved