Paskah 2024
Perayaan Jumat Agung di GPDI Shalom Atambua Berlangsung Hikmat
Perayaan Jumat Agung di sejumlah gereja dan di GPdI Shalom Atambua Kabupaten Belu berlangsung hikmat
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Jemaat Kristiani di Atambua, Kabupaten Belu, merayakan peringatan Jumat Agung dengan menggelar kebaktian bersama di sejumlah Gereja, termasuk di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Shalom Atambua.
Ibadah Jumat Agung berlangsung hikmat, diikuti oleh jemaat yang datang bersama keluarga memenuhi bangku gereja pada Jumat, 29 Maret 2024.
Pdt. Nope Ziraluo, Wakil Gembala GPdI Shalom Atambua, memimpin Ibadah Jumat Agung dengan mengambil bacaan Firman Tuhan dari Markus 15:6-15.
Dalam khotbahnya yang bertema "Yesus Mengampuni Walau Disakiti", jemaat diingatkan tentang peristiwa kematian Tuhan Yesus. Meskipun mengalami penderitaan di kayu Salib, Tuhan tetap mengampuni manusia yang telah berbuat dosa.
"Sebagai umat yang ditebus oleh Tuhan Yesus dengan darah yang mahal, kita perlu merenungkan peristiwa kematian-Nya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun seringkali kita disakiti oleh orang lain, dibuat perlakukan tidak adil, bahkan difitnah, kita harus belajar dari teladan Tuhan Yesus yang tetap mengampuni," ujarnya.
Pdt. Nope menegaskan bahwa meski sulit bagi manusia untuk mengampuni orang yang telah berbuat tidak adil terhadap mereka, mereka akan dimampukan oleh Tuhan jika hidup dengan iman, percaya, dan mengikuti teladan Yesus Kristus.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Jumat Agung mengingatkan umatnya untuk selalu mengingat kasih dan kemuliaan Yesus Kristus yang menebus dosa-dosa manusia. Meskipun Yesus menerima penderitaan dengan rela, Dia masih mau mengampuni manusia.
Baca juga: Pdt Elisabeth Ajak Jemaat Merenungkan Arti Sejati dari Peristiwa Jumat Agung
"Sebagai jemaat agar tidak hanya memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu Salib, tetapi juga mengikuti firman Tuhan. Dalam peristiwa menuju kematian-Nya, banyak hal terjadi; awalnya mereka menyambut Yesus dengan sukacita, tetapi akhirnya Dia diserahkan untuk disalibkan," lanjutnya.
"Dalam momen tersebut, Tuhan Yesus tetap mengampuni, menjadi teladan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak menyimpan kesalahan orang lain, dan belajar mengampuni seperti yang dilakukan Tuhan Yesus terlebih dahulu," pungkasnya. (Cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.