Paskah 2024
Pdt Elisabeth Ajak Jemaat Merenungkan Arti Sejati dari Peristiwa Jumat Agung
Ratusan jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Belu menghadiri kebaktian Jumat Agung di Gereja Policarpus Atambua
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ratusan jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Belu menghadiri kebaktian Jumat Agung di Gereja Policarpus Atambua, Jumat, 29 Maret 2029.
Pdt. Elisabeth E.Y Saek-Mesa, S.Th, MM, memimpin kebaktian dengan mengangkat topik "Derita dan Kematian Yesus Sebagai Satu-satunya Jalan Pembebasan".
Kebaktian dimulai dengan pemuda GMIT Policarpus Atambua memainkan drama yang menggambarkan penderitaan Yesus yang disalibkan untuk menebus dosa umat manusia.
Jumat Agung dipandang sebagai momen mengenang kematian Yesus di Golgota, menjadi bukti nyata kasih Allah kepada manusia.
Dalam kotbahnya, Pdt. Elisabeth mengajak jemaat untuk merenungkan arti sejati dari peristiwa Jumat Agung.
"Hati kita perih dan terasa sakit ketika kita menyaksikan drama penyaliban Yesus. Padahal, setiap tahun kita menyaksikan itu," ujar Pdt. Elisabeth.
Pdt. Elisabeth menekankan bahwa melalui penderitaan dan kematian Yesus, setiap orang diberi kesempatan untuk memperdalam iman dan ketaatan kepada Allah.
"Yesus menyerahkan hidupNya sesuai dengan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia," kata Pdt. Elisabeth.
Baca juga: Uskup Dominikus Ajak Umat Lanjutkan Perjuangan Yesus untuk Bebas dari Belenggu Dosa
Dalam momen perayaan ini, Pdt. Elisabeth mengingatkan jemaat untuk kembali merenungkan Firman Tuhan dengan baik.
"Mari kita hargai pengorbanan Kristus dengan hidup yang memuliakan Allah," ujarnya.
Di akhir kebaktian, Ia mengajak jemaat untuk bersyukur atas anugerah keselamatan yang diberikan melalui kematian Yesus. "Terima kasih Tuhan, kami diselamatkan oleh pengorbanan-Mu," ucapnya. (Cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.