Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 24 Maret 2024: Seekor Keledai
Kejadian ini diperingati setiap tahun oleh berbagai denominasi gereja-gereja Kristen sebagai Minggu Palma atau Minggu Palem
Oleh : Bruder Pio Hayon, SVD *)
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul, Seekor Keledai.
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD Hari Minggu Palma merujuk pada Bacaan I: Yes. 50: 4-7, Bacaan II: Flp. 2: 6-11, Injil : Mrk. 14: 1-15: 47
Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Katolik yang ditulis, Bruder Pio Hayon SVD hari ini.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. seekor keledai adalah binatang piaraan yang ditugaskan untuk memikul beban yang akan ditempatkan di pundaknya. Berapapun bebannya, keledai tetap memikulnya dan berjalan walaupun pelan.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini kita memasuki hari Minggu palma hari minggu sengsara. Kisah Yesus dielu-elukan di Yerusalem secara khusus adalah peristiwa datangnya Yesus Kristus masuk ke kota Yerusalem dengan dielu-elukan oleh orang banyak, menjelang kematian dan kebangkitan-Nya, dan ini dicatat di keempat Kitab Injil dalam Perjanjian Baru Alkitab Kristen.
Kejadian ini diperingati setiap tahun oleh berbagai denominasi gereja-gereja Kristen sebagai Minggu Palma atau Minggu Palem (Inggris: Palm Sunday), yaitu hari Minggu sebelum minggu Paskah dan merupakan permulaan Pekan Suci menjelang perayaan Paskah.
Menurut Injil Yohanes, peristiwa ini terjadi 5 hari sebelum Paskah Yahudi, berarti tanggal 10 bulan Nisan dalam kalender Yahudi, karena 6 hari sebelum Paskah, Yesus dijamu makan di rumah Simon si kusta di Betania (Yohanes 12:1) dan keesokan harinya, Yesus pergi ke Yerusalem (Yohanes 12:12).
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Maret 2024 : Jiwa Pemersatu dan Pendamai
Para ahli mengatakan bahwa orang-orang Israel biasa menggunakan daun-daun palem di Bait Allah dalam perayaan Pondok Daun dan mereka sudah menyiapkan sebelumnya dari rumah, kemudian ketika mereka bertemu dengan Yesus mereka melambai-lambaikan daun-daun palem tersebut.[12]
Tindakan mereka tersebut menjadi sebuah tanda penghormatan kepada seorang pemenang atau untuk menyambut pahlawan perang yang baru kembali dari pertempuran. Di dalam pemikiran orang banyak itu, seruan “hosanna” mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan daun palem.
Kata הושׁיעה־נא (hôši˓āh-nā) merupakan sebuah bentuk penekanan dari kata perintah “give salvation now” (berikanlah keselamatan sekarang) yang kemudian menjadi sebuah sambutan bahkan pujian.
Hal ini mirip dengan peristiwa dalam Mazmur 118:25 yang sangat familiar dengan orang Yahudi. Dalam perayaan Pondok Daun, koor Bait Allah akan menyanyikan Mazmur 113-118 (Hallel) setiap pagi dan ketika mereka tiba pada Mazmur 118:25 dan mengatakan “Hosanna” maka semua laki-laki (muda dan dewasa) di Bait Allah melambai-lambaikan lulab (melati yang diikatkan dengan daun palem) sambil menyerukan “hosanna” 3 kali.
Tindakan ini merupakan sebuah ekspresi dari sukacita atau kemenangan. Sehingga orang-orang Yahudi sudah biasa mengasosiasikan lulab tersebut dengan seruan “hosanna.” Itulah sebabnya mereka secara spontan menyerukan Mazmur 118 “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,” ketika mereka melambai-lambaikan daun palem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon_0104.jpg)