KLB Rabies

Kasus Gigitan HPR di Timor Tengah Selatan Tembus 3.717 Kasus

Tallo menyebut, langkah untuk memutus mata rantai perkembangan virus rabies diperlukan kerja kolaborasi dari semua pihak.

Penulis: Adrianus Dini | Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat foto Kasus Gigitan HPR di Timor Tengah Selatan Tembus 3.717 Kasus
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Juru bicara Satgas penanganan virus rabies kabupaten Timor Tengah Selatan, Octas B Tallo, ST, MT.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Korban gigitan anjing (HPR) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mencapai 3.717 orang. 

Hal itu disampaikan Juru bicara Satgas penanganan virus rabies kabupaten Timor Tengah Selatan, Octas B Tallo, ST, MT, kepada Pos Kupang, Sabtu, 23 Maret 2024.

Tallo menyebut, langkah untuk memutus mata rantai perkembangan virus rabies diperlukan kerja kolaborasi dari semua pihak.

"Tentunya dibutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat untuk memutus mata rantai rabies. Dukungan semua pihak untuk sama-sama bergerak memungkinkan virus ini dapat tertangani," ujarnya. 

"Langkah yang paling sederhana itu terkait kesadaran untuk mengandngkan HPR. Saat terkena gigitan HPR perlu langsung mendapatkan vaksin," tambahnya. 

Baca juga: BBPP Kementan Dukung Uji Kompetensi Keahlian Siswa SMK Negeri Kualin TTS


Dia menjelaskan, sebanyak 3.701 korban saat ini menjalani rawat jalan, 0 korban dirawat di Fasyankes kecamatan, 0 korban dirawat di RSUD SoE dan 16 korban gigitan anjing meninggal dunia.

"Dinas teknis terus bekerja. Kita sementara berupa mempercepat penanganan virus rabies. Masyarakat perlu mendukung upaya pemerintah ini dengan mengandangkan HPR agar memudahkan petugas teknis saat hendak memberikan vaksin kepada HPR," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Adi ini menyampaikan, sisa stok vaksin berdasarkan data terakhir, Var sebanyak 0 vial dan Sar 0 vial. Sementara vaksin rabies bagi HPR yang tersisa sebanyak 10.996 dosis.

"Dari 3.717 korban gigitan anjing, diketahui 16 korban menunjukan gejala khas Rabies, 992 korban tidak menunjukan gejala khas rabies dan 2.709 korban lainnya tidak menunjukan atau belum ada gejala," ucapnya.

Adi merincikan, dari kasus tersebut terdata 3 korban bayi, 599 korban berusia balita, 1.285 korban berusia sekolah, 1.514 korban berusia produktif dan 316 korban lainnya terkategori lansia.

"Jumlah 3.717 kasus gigitan tersebut tersebar di 32 kecamatan dan 264 desa di kabupatenTTS," terangnya.

Dikatakan, hingga saat ini terdata sebanyak 3.871 orang telah divaksin. Dengan rincian, tenaga kesehatan sebanyak 106 orang; kesehatan hewan 61 orang; dan korban HPR sebanyak 3.704 orang.

Baca juga: Dinas Pendidikan TTS Rancang Kurikulum Sekolah tentang Pangan Lokal

Dirinya menerangkan, saat ini jumlah anjing yang telah divaksin sebanyak 45.400 ekor. Kucing yang telah divaksin sebanyak 3.483 ekor. Kera yang telah divaksin 21 ekor.

Adi menyebut pihaknya terus mengedukasi masyarakat perihal pentingnya pencegahan penyebaran virus rabies.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved