Berita Kota Kupang
Penjabat Wali Kota Kupang Sebut Gereja Jadi Mitra Pemerintah Dalam Menjaga Kerukunan
berkat peran berbagai elemen masyarakat termasuk gereja, Kota Kupang berhasil meraih kembali apresiasi indeks kota toleran di Indonesia.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si menyebut Gereja menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Hal itu disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrenshy Priestley Funay saat membuka sidang Majelis Klasis Kota Kupang XV Tahun 2024 yang berlangsung di Gedung Kebaktian Jemaat Koinonia Kupang, Rabu 13 Maret 2024.
Dalam sambutannya, Fahrenshy menyampaikan terima kasih atas dukungan gereja yang diberikan bagi terlaksananya berbagai pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
"Kami sangat mengapresiasi gereja yang selalu menjadi mitra strategis pemerintah khususnya dalam menjaga kerukunan serta toleransi hidup antar umat beragama di Kota Kupang," ungkapnya.
Menurutnya, berkat peran berbagai elemen masyarakat termasuk gereja, Kota Kupang berhasil meraih kembali apresiasi indeks kota toleran di Indonesia.
“Kota Kupang berada di urutan ke 9 dari 10 kota paling toleran. Semoga prestasi ini dapat terus kita pertahankan demi mewujudkan Kota Kupang yang aman, damai dan sejahtera melalui berbagai kerja kolaborasi dan kemitraan yang harmonis khususnya di antara gereja dan pemerintah," ungkapnya.
Dikatakan Fahrenshy, momentum persidangan hendaknya dimaknai sebagai bentuk deklarasi tekat dan komitmen seluruh pelayan majelis jemaat se-Klasis Kota Kupang untuk melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap berbagai program pelayanan yang telah dilaksanakan.
Selain itu, lanjutnya, perumusan langkah-langkah strategis yang akan menjadi arah pelayanan di lingkup Klasis Kota Kupang ke depan, khususnya dalam menjawab tuntutan dinamika pelayanan gerejawi semakin kompleks.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang Sebut Gereja Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama
Fahrenshy berharap agar persidangan itu dapat dilaksanakan dalam terang kasih Kristus yaitu berpegang teguh pada Alkitab di mana gereja mampu menampilkan perannya sebagai wadah penyebarluasan informasi dan kegiatan pembangunan sebagai aktualisasi dari peningkatan jalinan kemitraan antara pemerintah dan gereja.
"Mudah-mudahan persidangan ini dapat merumuskan kebijakan pelayanan dan langkah-langkah strategis ke depan yang mampu dilaksanakan semua komponen gereja se-Klasis Kota Kupang," harapnya.
Kebijakan pelayanan itu, kata Fahrenshy dapat melalui program - program pelayanan yang lebih efektif, baik untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan maupun pembinaan iman jemaat melalui program pelayanan yang kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jemaat masa kini.
Di akhir sambutannya Fahrenshy meminta semua komponen gereja untuk senantiasa mendoakan Kota Kupang sekaligus ikut berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
Sementara itu, Sekretaris Sinode GMIT, Pendeta Lay Abdi Karya Wenyi dalam suara gembala menyampaikan, gereja harus konsisten melakukan keadilan, membangun solidaritas dan persaudaraan serta mampu mengelola berbagai perbedaan dalam perjalanan pelayanan bersama dengan kerendahan hati.
Yang mana, lanjutnya, gereja adalah komunitas yang eksemplaris menjadi contoh teladan dalam masyarakat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.