Selasa, 14 April 2026

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem hingga Awal Pekan Depan, NTT dan Dua Provinsi Siaga Bencana

Peringatan dini bencana hidrometeorologi dengan kategori Siaga dikeluarkan untuk Banten, Kalimantan Tengah, dan NTT.

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA
Gelombang tinggi melanda kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/3/2024). Masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di NTB pada periode 10-16 Maret 2024. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Hujan dengan kategori sangat lebat telah terjadi dalam sepekan terakhir, mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Masih aktifnya gelombang ekuatorial dan kemunculan tiga bibit siklon tropis berpotensi memperpanjang cuaca ekstrem hingga awal pekan depan. Tiga provinsi masuk dalam kategori Siaga bencana hidrometeorologi.

Perpanjangan peringatan dini ancaman cuaca ekstrem ini disampaikan Deputi Bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto, di Jakarta, Kamis (14/3/2024).

”Berdasarkan analisis cuaca terkini serta dengan mengamati perkembangan kondisi cuaca dalam sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Menurut Guswanto, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini pada 7 Maret 2024 mengenai potensi hujan sedang-lebat yang dapat terjadi pada 8-14 Maret 2024 di beberapa wilayah Indonesia. Data BMKG menunjukkan, dalam periode itu, hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, curah hujan ekstrem terutama terjadi pada 7 Maret 2024 di Sumatera Barat. Curah hujan tertinggi terekam di Pos Bandar Buat Padang sebesar 394,6 mm dan Stasiun Meteorologi Minangkabau mengalami curah hujan 368,4 mm.

Pada 8 Maret, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Nusa Tenggara Timur, merekam intensitas hujan 156,8 mm. Pada 9 Maret, Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan mencatat curah hujan 102,9 mm.

Andri mengatakan, pada 13-14 Maret sebagian besar wilayah Kota Semarang mengalami hujan dengan intensitas ekstrem. Intensitas hujan tertinggi yang tercatat di Semarang mencapai 238 mm per hari.

Tingginya curah hujan di beberapa daerah ini telah memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Menurut data BNPB, banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat pekan lalu telah menewaskan 30 orang.

Dinamika atmosfer

Guswanto mengatakan, berdasarkan analisis cuaca terkini, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan. Cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial yang masih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu 91S, 94S, dan 93P, yang termonitor berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia. Keberadaan bibit siklon tropis ini membawa pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.

Bibit siklon tropis 91S diketahui memiliki kecepatan angin maksimum 56-65 km per jam dan tekanan udara di pusat sistem sebesar 994 hPa dengan pergerakan ke arah tenggara. Bibit siklon ini berpeluang menjadi siklon tropis pada kategori sedang hingga tinggi dalam 24 jam ke depan.

Baca juga: Lipsus - Waspada, Ada Bibit Siklon Tropis

Bibit siklon tropis 94S memiliki kecepatan angin maksimum 28-37 km per jam dengan tekanan udara di pusat sistem sebesar 999.9 hPa. Sistem ini bergerak ke arah timur-tenggara dan peluang untuk menjadi siklon tropis pada kategori rendah dalam 24 jam ke depan.

Sementara itu, bibit siklon tropis 93P memiliki kecepatan angin maksimum 37-46 km per jam dengan tekanan udara di pusat sistem sebesar 1003 hPa. Sistem ini bergerak ke arah tenggara dan berpeluang untuk menjadi siklon tropis pada kategori rendah dalam 24 jam ke depan.

Potensi cuaca di Indonesia

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved