Berita Sumba Timur

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sumba Timur Minta Masyarakat Hindari Lokasi Potensi Longsor

BPBD juga menerima informasi dari masyarakat terkait kejadian pohon tumbang karena angin kencang.

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur, Umbu Rawa Awang  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumba Timur mengingatkan semua masyarakat terhadap cuaca ekstrem yang akan melanda selama beberapa waktu kedepan.

Terlebih pada prediksi BMKG yang menyatakan akan adanya potensi bencana Hidrometeorologi di wilayah Provinsi NTT berupa intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 14 Maret 2024, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur, Umbu Rawa Awang menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi dari Camat Ngadungala terkait akses jalan yang menghubungkan Desa Kakaha-Hambahutang terputus, karena curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir serta tanah di pinggir jalan terkikis air sungai yang meluap.

"Kondisi jalan di wilayah selatan Sumba harus melintas sungai yang ketinggiannya hanya sebatas matakaki saat musim kemarau, sedangkan volume air bertambah deras dan merusak badan jalan saat musim hujan, sehingga Kepala Pelaksana BPBD, didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi bersama PUPR sementara bergerak ke lokasi untuk memantau kondisi akses jalan tersebut," ungkap Rawa Awang.

Baca juga: Hari Pertama Operasi Keselamatan Turangga, Satlantas Polres Sumba Timur Lakukan Sosialisasi

Disamping itu, BPBD juga menerima informasi dari masyarakat terkait kejadian pohon tumbang karena angin kencang.

Pohon tumbang tersebut mengenai bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mandas di Wilayah Kecamatan Katala Hamu Limu, dan bersyukurnya tidak ada korban jiwa.

"Kejadian pohon tumbang menimpa bangunan SDN Mandas terjadi pada Senin 12 Maret 2024 lalu, dan saat itu sedang Libur Nyepi, sehingga tidak ada aktivitas di sekolah tersebut, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," jelas Rawa Awang.

Selain itu, BPBD juga menerima informasi dari masyarakat terkait bangunan di SD Laitaku yang roboh karena diterpa angin kencang, dan masih menunggu konfirmasi sebab bangunan itu sudah lama.

Selain itu, BPBD juga meminta kepada masyarakat yang berdomisili di dekat tebing agar selalu waspada mengurangi aktivitas di sekitar tebing karena akan membahayakan terutama saat curah hujan tinggi.

"Banyak masyarakat di Sumba Timur yang membuat rumah di ketinggian atau di atas tebing, sedangkan tanahnya mudah berlumpur apabila terkena air saat curah hujan tinggi, sehingga kami minta agar masyarakat mengurangi aktivitas di sekitar tebing, terlebij anak-anak, sehingga dapat meminimalisir resiko bencana " pungkasnya. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved