Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Cuaca Ekstrem, Belasan Rumah Warga di Pesisir Kota Kupang Terendam Air Laut

Ketua Komunitas Angsa Laut Kampung Nelayan Oesapa, Muhammad Mansur Doken (54) mengatakan, 12 rumah warga tersebut terendam

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Rumah warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT terendam banjir, Selasa (12/3/2024) 

POS-KUPANG.COM - Hujan angin yang terjadi sejak Senin 11 Maret 2024 mengakibatkan 12 rumah warga di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang terendam luapan air laut.

Ketua Komunitas Angsa Laut Kampung Nelayan Oesapa, Muhammad Mansur Doken (54) mengatakan, 12 rumah warga tersebut terendam sejak malam sekitar pukul 22.30 Wita.

"12 rumah ini terendam sejak tadi malam pukul 22.30 Wita sampai dini hari tadi pukul 03.00 Wita," jelas Muhammad Mansur Doken (54) dilansir dari Kompas.com, Selasa 12 Maret 2024 

Belasan rumah itu, lanjut Doken, tersebar di RT 031, RT 032 serta RT 033.

Menurut Doken , jumlah rumah warga lainnya terendam air laut bisa bertambah banyak, karena saat ini cuaca masih memburuk.

"Rumah warga yang lain kemungkinan terdampak juga. Saya belum cek soalnya sekarang gelombang lagi tinggi dan angin kencang," kata dia.

Sementara itu Prakirawan Cuaca BMKG NTT Riris Eliza Helen, mengatakan, untuk wilayah NTT masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir.

"Angin kencang juga masih terjadi di wilayah NTT hingga pukul 10.30 Wita," kata Riris.

Bibit Siklon Tumbuh, BMKG Ingatkan Warga NTT Waspada Cuaca Ekstrem

Analisa BMKG beberapa hari ke depan tumbuh bibit siklon. Namun begitu, peluang itu cukup kecil. BMKG mengingatkan warga NTT waspada terhadap cuaca ekstrem

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenot'ek, Senin (11/3/2024) mengatakan, terdapat pembentukan pola tekanan rendah di sekitar utara Australia di sebelah Selatan NTT. 

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca NTT Hari Ini 12 Maret 2024, Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang

Hal it membentuk daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin. Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya intensitas curah hujan dan angin kencang di wilayah NTT.

"Pola tekanan rendah tersebut diprakirakan bergerak ke arah Tenggara memasuki daratan Australia bagian Utara dengan kategori peluang Rendah untuk menjadi Bibit Siklon dalam 5 hari ke depan," kata dia Senin. 

Cuaca ekstrem disertai petir dan angin kencang juga disebabkan aktifnya gelombang Equatorial Rosby, gelombang Kelvin dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

"Waspada akan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," tambah dia. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved