Liputan Khusus
Lipsus - PPK Lakukan Penggelembungan Suara di 14 TPS Rote Timur
Dengan kejadian tersebut, diduga suara caleg nomor urut dua inisial OAM dari Partai NasDem Dapil Rote Ndao yang sebelumnya unggul, berkurang 37 suara
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Oknum PPK Rote Timur diduga masuk angin lewat tindakan pergeseran suara Partai ke Caleg NasDem tertentu di Dapil Rote Ndao 2. Diduga sebanyak 14 TPS terjadi penggelembungan suara Partai NasDem ke caleg tertentu.
Dengan kejadian tersebut, diduga suara caleg nomor urut dua inisial OAM dari Partai NasDem Dapil Rote Ndao yang sebelumnya unggul, berkurang sekitar 37 suara. Kejahatan politik ini diketahui terjadi pada pleno tingkat PPK di Kecamatan Rote Timur.
Kejadian menyedihkan ini terungkap dalam sidang kehormatan pada hari kedua yakni Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2024 tingkat Kabupaten Rote Ndao, Jumat (1/3) malam. PPK Rote Timur membuka aib mereka dihadapan para saksi peserta pemilu, parpol, KPU dan Bawaslu.
Baca juga: Lipsus - Nilai Rugikan Caleg Tertentu, Aliansi TTU Tolak Hasil PSU
Pleno itu sempat berjalan dengan tensi tinggi, namun kemudian peserta pleno menerima dengan kepuasan hati, karena kebenaran telah terungkap. Adapun temuan kecurangan di PPK Rote Timur, KPU Rote Ndao langsung membuka ruang untuk melakukan pembetulan. Adanya selisih antara Model C Hasil dan D Hasil, KPU melakukan perbaikan atau pembetulan melalui Model D Hasil.
Atas terbongkarnya perbuatan tidak terpuji dari PPK Rote Timur, Ketua DPD Perindo Rote Ndao, Arkhimes Molle alias Mes Molle yang saat itu berkapasitas sebagai saksi, sontak angkat bicara. Mes sesalkan wibawa KPU Rote Ndao dalam merekrut PPK. "Yang sangat saya sesalkan adalah aturan apa yang dipakai oleh KPU untuk merekrut anggota PPK yang model seperti ini," tegas Mes.
"Kami partai politik sebagai peserta pemilu, artinya seluruh tahapan pemilu itu dirasakan dan dialami oleh kami, kalau model penyelenggara seperti ini, sebetulnya suatu kejahatan politik dan seluruh parpol menjadi korban," lanjut dia.
Mes sangat sayangkan perbuatan dari PPK Rote Timur yang merasa tidak berdosa. "Walaupun saya amati dari belakang, tapi sesungguhnya saya bisa lihat apa ada di depan mereka (PPK), merasa sangat tidak berdosa dengan peristiwa ini," tutur Mes.
Dia berharap, kecurangan politik ini tidak hanya menjadi suatu pengalaman, tetapi menjadi satu catatan penting dari penyelenggara Pemilu, agar tidak boleh terjadi lagi di Kabupaten Rote Ndao. "Saya anggap bahwa PPK Rote Timur membunuh kami Partai Politik sebagai peserta pemilu," tandas Mes.
"Untung kejadian ini terjadi dalam satu kamar (dalam partai NasDem) yang kemungkinan bisa diubah, tapi bagaimana jika terjadi pada kami Partai Politik yang lain," lanjut keluh Mes.
Kecurangan oleh PPK Rote Timur menjadi catatan bagi KPU Rote Ndao. "Jangan berpikir ini hal biasa, kami partai politik yang menjadi korban," cetus Mes berulang-ulang.
Menurutnya, tindakan PPK Rote Timur adalah kejahatan politik yang menguntungkan salah satu pihak. Oleh karena itu, Mes meminta ada penegasan dari Bawaslu soal apa yang harus dilakukan terhadap persoalan ini. "Siapa yang menjadi dalang dari persoalan ini?" tanya Mes "Saya tidak main-main dengan persoalan ini, kalau saya ketua Bawaslu, hari ini saya suruh Polisi tangkap lima orang PPK Rote Timur ini karena sudah betul-betul terbukti. Paling penting adalah siapa dalangnya?" tanya Mes lagi.
Sekertaris DPD NasDem, Laheroy Bua mengatakan, mewakili partai NasDem, dia menerima hasil pleno kabupaten tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berbesar hati bisa ada dalam pleno sampai dengan saat ini," kata Laheroy.
"Saya sebenarnya mengapresiasi sikap dari PPK Rote Timur. Kesalahan yang sangat besar, kinerja mereka sebenarnya dinilai sangat buruk, namun ketika mereka membuka aib mereka, saya apresiasi," lanjut dia.
Menurutnya, perbaikan pada malam ini tentu adalah itikad baik dari semua pihak, KPU maupun Bawaslu. "Sebab itu, mewakili Partai NasDem, saya minta maaf atas semua yang terjadi dan terima kasih," ujar Laheroy.
Ketua KPU Rote Ndao, Agabus Lau mengucapkan terima kasih atas koreksi dan masukan yang disampaikan Ketua Perindo. "Memang tugas kami KPU adalah memastikan surat suara pemilih harus sampai pada tempatnya," ungkap Agabus.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.