Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024, Semuanya Akan Dirobohkan
menjadi alasan mereka untuk menghukum Yesus. Sampai disini, kita bisa memahami alasan kemarahan mereka kepada Yesus.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 dengan judul Semuanya Akan Dirobohkan.
Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 dengan judul Semuanya Akan Dirobohkan ditulis oleh Pater Chris Surinono, O.C.D dan mengacu dalam bacaan Injil: Yohanes 2: 13-25
Memasuki Minggu ketiga pra-paskah, kita mendengar bacaan dari Injil Yohanes, 2: 13-25 yang berbicara tentang situasi di Bait Allah. Ketika melihat situasi yang tidak seharusnya, Yesus bertindak, namun disisi lain, orang-orang Yahudi yang melihat pun bertindak mempertanyakan apa yang dibuat dan dikatakan Yesus.
Artinya, Yesus mempunyai alasan tersendiri untuk membubarkan, demikian juga hal yang sama bagi sebagian besar orang Yahudi menentang tindakan Yesus.
Alasan kemarahan Yesus karena mereka menjadikan Bait Allah sebagai tempat jual beli, dan tempat tukar menukar uang yang sebenarnya tidak diperbolehkan dalam Bait Allah, karena tertera gambar Kaisar.
Dari pihak orang Yahudi, mereka tidak menemukan alasan bagi Yesus untuk marah, karena bagi mereka, Yesus hanyalah seorang anak tukang kayu yang tidak mempunyai wewenang apapun. Kemarahan mereka semakin kuat ketika Yesus begitu berani mau menghancurkan tempat yang sudah dibangun dengan susah payah itu.
Tanah, Raja dan Bait Allah adalah tiga hal yang menjadi dasar dan sumber kebanggaan bagi orang Yahudi. Setiap orang yang menamakan dirinya Yahudi pasti akan sangat bangga memiliki tanah dan Bait Allah dibawah kendali seorang Raja.
Namun, pada saat Yesus hidup, tanah mereka sedang dikuasai oleh kekaisaran Romawi dan seorang Kaisar, menggantikan raja. Dua hal ini sudah hilang, sehingga yang satu-satunya menjadi sumber kebanggan yang sedang mereka miliki adalah Bait Allah.
Dengan demikian, ketika mendengar kata-kata yang diungkapkan oleh Yesus untuk merobohkan tempat kebanggaan itu, mereka menjadi sangat marah, dan kemudian justru menjadi alasan mereka untuk menghukum Yesus. Sampai disini, kita bisa memahami alasan kemarahan mereka kepada Yesus.
Dari latar belakang singkat ini, kita akan melihat dua point yang bisa kita ambil sebagai pesan rohani pada masa pra-paskah ini:
Pertama. Mereka marah karena apa yang menjadi kebanggaan dihancurkan, diambil dan dijauhkan dari mereka. Semua yang kita cintai, bahkan hal dan barang yang paling tinggi nilainya, suatu waktu akan diambil dari kita.
Bahkan semua mereka yang kita cinta, yang dekat dengan kita, dan yang sangat mencintai kita juga suatu waktu akan diambil dari hadapan kita. Bahkan hidup kita sendiri pun, suatu waktu akan diambil dari kita. Semua dan segala bait-bait allah ciptaan kita sendiri pun, sekali waktu akan diambil.
Mengapa? Karena semuanya itu bukanlah Allah dan tidak akan bisa dijadikan sebagai atau seperti Allah yang kekal selamanya. Kita makhluk terbatas dan sementara, sehingga suatu waktu nanti akan berakhir di dunia ini. Hanya Allah -lah yang kekal abadi.
Namun, bukan berarti bahwa Yesus akan mengakhiri semuanya, karena sebagaimana Ia sendiri tegaskan, bahwa akan dibangun kembali dalam tiga hari.
Artinya, semua yang kita kasihi dan sanyangi akan diambil, namun Allah akan memberikan yang terbaik, teristimewah bagi setiap orang, yakni keselamatan kekal; hidup bersama dengan cinta yang dari Allah dan bersama Allah sendiri. Kita diingatkan Tuhan untuk menemukan yang abadi itu; yang berguna untuk jiwa dan untuk keabadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-Chris-Surinono-OCD-menyampaikan-renungan.jpg)