Rabu, 13 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024, Jangan Ada Padamu Allah lain Dihadapan-Ku

transaksi menuju kebinasaan. Karena itu sebagai pengikut Kristus maka kita berkewajiban untuk merawat rumah hati kita sebaik-baiknya.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
Dok. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 dengan judul Jangan Ada Padamu Allah lain Dihadapan-Ku. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 dengan judul Jangan Ada Padamu Allah lain Dihadapan-Ku.

Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 dengan judul Jangan Ada Padamu Allah lain Dihadapan-Ku ditulis oleh RP Markus Tulu SVD dan mengacu dalam Bacaan Kel. 20:1-17; 1Kor. 1:22-25 dan Injil: Yohanes 2:13-25.
 
Selamat Hari Minggu Prapaskah III Bagi Kita Semua. Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku. Jangan sujud menyembah kepada-Nya atau beribadah kepada-Nya, sebab Aku Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu.

Arahan Tuhan ini mempunyai maksud agar kita hanya mengimani Dia, satu-satunya Allah yang menyelamatkan. Tidak ada Allah lain yang lebih kuat selain Dia yang adalah satu'-satunya Penyelamat.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 1 Maret 2024 Berjudul  Kerajaan Allah Diambil dari Padamu

Di sini sebagai orang beriman, kita adalah kaum terpanggil. Dan sebagai kaum terpanggil kita memandang Kristus sebagai kekuatan dan hikmat Allah. Karena itu maka kita hanya menyembah Kristus.

Selain Kristus adalah berhala dan transaksi menuju kebinasaan. Karena itu sebagai pengikut Kristus maka kita berkewajiban untuk merawat rumah hati kita sebaik-baiknya.

Karena hanya  dalam rumah hati kita yang baik yang tidak mungkin membuka peluang terjadinya transaksi kotor dalam rumah Bapa. Kita tentu menyadari bahwa betapa tegasnya Yesus mengusir para pedagang yang telah menjadikan rumah Bapa sebagai tempat berjualan.

"Jangan kalian membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Dan dalam peristiwa itu juga Yesus berseru kepada Bapa-Nya, "Cinta akan rumah-Mu akan menghanguskan Aku."

Apakah hati kita juga tergerak untuk menyucikan rumah hati kita dan dengan berani mengikuti Yesus, mempersembahkan hidup kita untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita? (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved