Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 3 Maret 2024 Berjudul, Cinta Akan RumahMu…
Banyak di antara anggota keluarga yang tidak sempat pulang saat liburan maka akan membangkitkan kerinduan terhadap pengalaman bersama di rumah
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul, Cinta Akan RumahMu…
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD Hari Minggu Prapaskah III merujuk pada Bacaan I: Kel. 20: 1-17, Bacaan II: 1Kor. 1: 22-25, Injil : Yoh. 2: 13-25
Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Katolik yang ditulis, Bruder Pio Hayon SVD hari ini.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Rumah adalah tempat kita berkumpul bersama keluarga sekaligus menjadi tanda satu kesatuan persaudaraan di antara semua anggota keluarga.
Banyak di antara anggota keluarga yang tidak sempat pulang saat liburan maka akan membangkitkan kerinduan terhadap pengalaman bersama di rumah.
Rumah lalu menjadi tempat paling nyaman untuk pulang dan merasakan lagi cinta dalam kebersamaan.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini kita memasuki hari minggu prapaskah ketiga di masa 40 hari masa prapaskah kita.
Dalam pekan prapaskan ketiga ini kita kembali disodorkan oleh gereja dengan bacaan-bacaan suci yang mengantar kita pada kebenaran ilahi akan Tuhan yang selalu berbelaskasih kepada manusia lewat perantaraan para nabinya dan terlebih melalui Yesus Kristus PuteraNya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 2 Maret 2024 Berjudul, Aku Akan Bangkit dan Pergi…
Dalam bacaan pertama kitab Keluaran, Allah menaruh hukum-hukumNya kepada bangsa Israel melalui nabi Musa agar bangsa Israel itu tetap setia kepada Allahnya dan mereka menjadi umatNya.
Perjanjian kekal yang dibuat Allah bersama dengan umatNya Israel: Allah menjadi Allah mereka dan Israel menjadi UmatNya.
Perjanjian itu diteguhkan dengan membuat hukum Taurat sebagai jalan agar bangsa Israel tetap setia kepada Allah dengan mengikuti semua hukum yang telah diberikan kepada mereka dengan 10 perintah Allah itu.
Hukum itu dibuat karena bangsa Israel telah menyimpang dari jalan Tuhan. Maka hukum itu diberikan agar mereka dapat kembali kepada jalan Tuhan. Dan hukum itu diletakkan dalam tabut perjanjian sebagai tanda peringatan akan perjanjian kekal ini.
Tabut perjanjian itu akhirnya diletakkan di dalam bait suci Yerusalem sebagai lambang spiritual bangsa Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)