Berita Timor Tengah Selatan

Inflasi di Timor Tengah Selatan Naik, Penjabat Bupati Pantau Harga Sembako di Pasar Inpres Soe

Dikatakan pihaknya juga membangun komunikasi agar pasar murah juga dilakukan di daerah-daerah terpenci

Penulis: Adrianus Dini | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si saat melakukan operasi pasar di Pasar Inpres Soe, Kamis, 22 Februari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Di awal bulan Januari 2024, tren inflasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan mengalami kenaikan.

Merespon kondisi yang ada, Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si bersama Forkopimda dan pimpinan OPD lingkup Pemda Timor Tengah Selatan secara langsung memantau harga sembako di Pasar Inpres Soe, Kamis, 22 Februari 2024.

Baca juga: Kapolres Timor Tengah Selatan Sebut Penyebab Mobil Pengangkut Logistik Terjun ke Kali Boentuka 

"Di Bulan Januari kondisi inflasi kita naik 4,50 persen. Penyebab hal ini bervariasi. Harga dalam kota dengan di luar kota bervariasi. Bahkan di daerah terpencil harga beras tembus Rp. 21 ribu perkilogram. Hal ini menyebabkan kondisi inflasi kita di bulan Januari 2024 mengalami kenaikan 4,50 persen," ungkapnya.

Merespon situasi itu, kata Sipa, Pemda Timor Tengah Selatan melakukan operasi pasar.

"Oleh karena itu, sebagai langkah dari pemerintah, hari ini kita lakukan operasi pasar. Hal ini bertujuan agar kita pastikan bahwa harga di pasar bisa diperhatikan. Kita sudah ada beberapa sampel. Tadi beras ada yang harganya mulai dari Rp. 15.500 perkilogram dan ada juga yang Rp.16.000 perkilogram," katanya.

Dia menyampaikan, berdasarkan pembicaraan dengan penjual di pasar, harga tersebut tergantung dari suplayer.

"Oleh pengecer harga ini tergantung dari suplayer. Kalau mereka dapat dengan harga murah, pastinya mereka akan sesuaikan. Sebaliknya kalau mereka dapat dengan harga mahal, mereka akan naikan sedikit harganya. Contoh tadi ada yang beli dengan harga Rp. 15.000 dia jual debgan harga Rp.15.500," tandasnya 

Melihat kondisi yang ada kata pria berkacamata ini, di awal Maret nanti akan dilakukan pasar murah. 

"Kita dari pemerintah salah satu tugasnya adalah membangun koordinasi. Nanti di awal Maret kita akan melakukan pasar murah. Pasar murah akan kita gelar pada awal Maret nanti. Kita mendapatkan 1000 kupon untuk 4 kelurahan di Kota Soe. Masing-masing kelurahan mendapatkan 250 kupon. Itu dari Propinsi.," ujarnya.

Dikatakan pihaknya juga membangun komunikasi agar pasar murah juga dilakukan di daerah-daerah terpencil. (din)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved