Pilpres 2024

Kemenangan Prabowo-Gibran di Depan Mata, Jerry Massie: Peta Koalisi Pasti akan Berubah

Hasil sementara Pilpres 2024 kini sudah diketahui publik. Kemenangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka pun sudah terpampang di depan mata.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BAKAL BERUBAH – Peta politik di tanah air akan segera berubah. Pasalnya, beberapa partai politik kemungkinan akan bergabung dengan pasangan Prabowo-Gibran. Salah satunya, adalah PKS berikutnya NasDem. 

POS-KUPANG.COM – Hasil sementara Pilpres 2024 kini sudah diketahui publik. Kemenangan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka pun sudah terpampang di depan mata. Saat ini publik tinggal menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI.

Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survey di Tanah Air, pasangan Prabowo-Gibran memperoleh suara 57,4 persen dari total suara yang masuk hingga pukul 00.00 WIB sebanyak 63,14 persen.

Dari hasil sementara perolehan suara itu terlihat jelas kalau pasangan Anies BaswedanMuhaimin Iskandar dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD hampir pasti tak akan mampu mengejarnya.

Pasalnya, perbedaan suara antara Prabowo-Gibran dengan dua rivalnya tersebut terpaut cukup jauh. Pasangan nomor urut 2 meraih hampir 60 persen sementara rivalnya memperoleh suara yang tidak demikian.

Mencermati perolehan suara tersebut, Pengamat Politik, Jerry Massie pun angkat bicara. Ia menyebutkan bahwa Prabowo-Gibran memenangkan perhelatan politik di Tanah Air dan peta koalisi pun diyakini akan segera berubah.

Prabowo-Gibran yang selama ini didukung Koalisi Indonesia Maju sebagai sinergi Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, Partai Gelora, Partai Prima, Partai Garuda dan PSI, bakal akan menerima tamu baru.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem berkemungkinan akan segera bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran. Dan, tanda-tanda itu sudah mulai  terlihat.

"Memang sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari PKS untuk merapat ke koalisi Prabowo-Gibran. Tapi saya nilai, secara probabilitas, besar kemungkinan mereka akan merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo Gibran," kata Jerry, Sabtu 17 Februari 2024.

Dikatakannya, ada dua indikator kuat mengapa PKS akan bergabung ke koalisi Prabowo Gibran. Pertama, dalam beberapa kesempatan Pilpres, PKS selalu mendukung Prabowo.

Dengan demikian, katanya, antara Gerindra dan PKS sama-sama punya masa lalu yang indah. Apalagi selama ini, hubungan mereka baik-baik saja.

Faktor kedua, lanjut dia, yakni faktor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat. "Saya pikir PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004. Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju, Demokrat mesra di Koalisi Perubahan,” ujar Jerry.

Selain itu, lanjut Direktur P3S ini, PKS dan Jokowi juga punya kenangan indah saat bersama-sama menjadi koalisi saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo beberapa waktu silam. "Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi," kata Jerry.

Partai Nasdem, lanjut dia, juga kemungkinan bergabung dengan Prabowo-Gibran. "Tapi PKB potensinya kecil, karena Cak Imin meninggalkan Prabowo sebelum berduet dengan Anies Baswedan," ujarnya.

Masuknya PKS dan Partai Nasdem ini lanjut Jerry bakal mengulang terjadinya koalisi tambun 2019, di mana ada sembilan partai politik yang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Bisa jadi koalisi gemuk seperti 2019 lalu," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved