Liputan Khusus
Lipsus - Alam Dapat Hadiah Jaket Sumba dan Tenun Harapan untuk Ganjar
Anak dari Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo itu berkesempatan mengunjungi Kampung Raja Prailiu, Sumtim, Rabu (7/2).
Gereja Harus Berani Nyatakan Kebenaran
Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok menemui warga di Kota Kupang, Rabu (7/2). Saat bertemu warga di Milenium Ballroom, Ahok mengingatkan warga tidak mudah diperdaya dengan orang yang sedang menjual 'kecap'.
"Tolong jangan mudah diperdaya dengan orang-orang yang lagi jual 'kecap' gitu loh. Semua jual kecap nomor satu kan? hati-hati," ucap Ahok.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebelumnya mengungkit kembali program DP rumah nol persen di Jakarta saat kepemimpinan Anies Baswedan. Ahok menyerukan warga untuk tidak memilih orang yang suka menipu. Dia tidak ingin warga tertipu dengan ragam janji yang disampaikan calon pemimpin bangsa.
Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina ini juga menyinggung bantuan sosial atau bansos. Dia mengungkap bisa saja ada yang mengarahkan warga untuk memberi dukungan ke paslon tertentu dan mendapat bansos.
"Padahal kalau ada keadilan sosial pasti ada bantuan sosial dong. Kalau bantuan sosial belum tentu yang dia terima itu pas," kata Ahok.
Dia memberi peringatan ke masyarakat untuk lebih hati-hati memilih atau menerjemahkan bahasa dari para tim sukses. Ahok menegaskan, pemilih harus memeriksa rekam jejak tiap paslon. "Semua pejabat ada rekam jejaknya. Jangan gampang dibohongi," kata Ahok.
Bertemu warga di Ballroom Milenium Kupang, Ahok meminta warga memilih pemimpin sesuai hati nurani karena ini menyangkut masa depan bangsa.
Ahok juga mengungkit kembali penerapan Nawacita yang dijalankan Presiden Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin bangsa ini. Nawacita yang dikerjakan Jokowi selama dua periode ini merupakan susunan dari PDIP. Sehingga, pernyataan mengenai keberlanjutan akan sangat cocok dijalankan Ganjar Pranowo.
"Yang mengusul Nawacita sejak periode pertama Pak Jokowi itu PDI Perjuangan bos. Jadi bagi saya kalau mau meneruskan Nawacita yang udah jalan 10 tahun, saya butuh orang yang ngerti Nawacita," kata Ahok.
Ahok merasa aneh ada orang yang ingin mengganti program Nawacita yang sudah dikerjakan 10 tahun belakangan ini. Baginya itu sesuatu bahaya. Dia berpesan ke masyarakat untuk memberikan hak pilihnya secara jujur berlandaskan asas Pemilu. Ia tidak mau ada tekanan yang bermuara ke masyarakat. "Tidak boleh ada tekanan dari siapapun, paksaan dari siapapun," kata dia.
Dia tidak mau masyarakat ditipu dengan gimik yang justru hanya bualan semata. Ahok lalu menyebut dirinya belum bisa mengikuti kampanye bersama Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena tidak masuk dalam tim kampanye nasional.
Saat bertemu Jemaat di Gereja Bukit Zaitun, Ahok mengingatkan agar Gereja berani untuk menyatakan kebenaran. Saat itu Ahok didampingi Yohanis Fransiskus Lema atau Ansi Lema, anggota DPR RI. Ahok disambut meriah Ketua Majelis Daerah GPDI NTT, Pendeta Abraham Soleman Nenobais dan seluruh masyarakat yang ada di gereja tersebut.
"Gereja harus berani berdiri untuk menyatakan apa itu kebenaran, keadilan, kejujuran dan peri kemanusiaan. Kedatangan ke Kota Kupang bukanlah untuk berkampanye, karena saya bukanlah tim kampanye. Saya datang hanya ingin mengingatkan gereja bahwa gereja ada di dunia ini untuk kebenaran, jadi harus berani untuk keadilan," ungkapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.