Selasa, 7 April 2026

Pemilu 2024

Tips Untuk Petugas KPPS: Tidur Selama 8 Jam dan Banyak Minum Air Putih

Menurut Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Usia Lanjut Kementerian Kesehatan dr Nida Rohmawati, ada beberapa faktor risiko jatuhnya korban jiwa.

Editor: Dion DB Putra
Ilustrasi
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Pemilu 2024 disarankan tidur yang cukup dan perbanyak minum air putih agar tetap bugar. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pemilu 2019 lalu menyisakan duka. Setidaknya, ada 894 orang petugas petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dan sebanyak 5.175 orang sakit.

Menurut Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Usia Lanjut Kementerian Kesehatan dr Nida Rohmawati, ada beberapa faktor risiko jatuhnya korban pada saat itu.

Di antaranya karena beban kerja yang berat dan ada perubahan sistem, yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden digabung dengan calon anggota legislatif.

Dengan disatukannya pemilihan, maka beban kerja menjadi sangat berat. Selain itu, analisis dari pemerintah adanya petugas dengan usia yang sudah lanjut, kebiasaan merokok dan minum alkohol hingga jam tidur yang kurang.

Selain itunkerja di atas 20 jam serta adanya penyakit penyerta atau komorbid.

"Dan juga ada dengan kondisi tidak sehat, ada meningitis bahkan. Meninggal karena meningitis dan masalah ginjal," kata Nida saat talkshow Kesiapan Kesehatan di Pemilu 2024 secara virtual, Senin (5/2/2024).

Untuk mencegah terulangnya tragedi itu, dr Nida mengimbau petugas KPPS melakukan 4C. C yang pertama adalah cukup tidur. Petugas perlu tidur minimal 6-8 jam sehari.

"Saat ini mereka sudah sangat sibuk, katanya sampai begadang menyiapkan tempat, kertas suara. Jangan begadang kurang tidur berhari-hari menjelang hari H," ujar dr Nida.

Selanjutnya C yang kedua adalah cukup minum. Petugas KPPS berisiko dehidrasi karena kekurangan minum. Menurut dr Nida, dehidrasi menjadi risiko terjadinya kesakitan dan kematian pada 5 tahun lalu.

"Kami harapkan jangan lupa minum air putih. Kurangi minum kopi, minuman manis atau minuman kemasan manis," pesannya.

Untuk mereka yang sakit, tidak dianjurkan mengonsumsi minuman berenergi.

"Itu tidak kita anjurkan sama sekali. Tubuh sedang kelelahan, metabolisme kecapekan ditambah minum energi digenjot lagi. Tubuh dipaksa dan minum alkohol," tegasnya.

Kemudian C yang ketiga adalah cukup makan. Jangan hanya makan snack, lupa makan. C keempat cukup olahraga. "Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh Puskesmas (di Indonesia), ada 10.416 Puskesmas menyelenggarakan senam bersama petugas Pemilu," ujarnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Obrin Parulian menyebut, pihaknya akan menyiapkan operasional Puskesmas selama 24 jam selama agenda pemilihan umum tahun 2024.

"Kemudian kita di Puskesmas, di rumah sakit siap memberikan pelayanan khusus untuk Pemilu. Puskesmas kita pun siagakan 24 jam. Dengan beberapa mekanisme, kita akan koordinasikan bersama," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved