Berita NTT
LLDIKTI Wilayah XV Catat ada 43 Perguruan Tinggi Swasta di NTT Telah Terakreditasi
Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh per Desember 2023 hingga Januari 2024, sebanyak 74 persen
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI Wilayah XV mencatat, ada 43 perguruan tinggi swasta atau PTS di Provinsi NTT yang telah dinyatakan terakreditasi.
Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh per Desember 2023 hingga Januari 2024, sebanyak 74 persen dari 58 PTS di Provinsi NTT dinyatakan terakreditasi. Artinya, sudah 43 PTS yang sudah terakreditasi, sementara 15 PTS lainnya belum terakreditasi.
Adapun rincian status akreditasi atau peringkat PTS tersebut yaitu, baik sekali 2 PTS, peringkat baik sebanyak 28 PTS, peringkat B sebanyak 9 PTS dan peringkat C sebanyak 3 PTS.
"Akreditasi perguruan tinggi bersifat wajib sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Prof. Adrianus.
Untuk akreditasi program studi, kata Prof. Adrianus, akreditasi program studi di PTS pada tahun 2023 meningkat dibandingkan dengan tahun 2022. Yang mana, pada tahun 2023 sebanyak 397 program studi dan tahun 2022 sebanyak 292 program studi.
Selain itu, lanjutnya, upaya rekomendasi yang dilakukan pengendalian dan upaya-upaya ekspansi jumlah program studi sesuai kebutuhan menjadi naik.
"Pemekaran prodi ini oleh karena ada ekspansi perubahan bentuk dari perguruan tinggi. Perubahan bentuk pada tahun 2023 itu ada dua yaitu IKIP Muhammadiyah Maumere menjadi Universitas Muhammadiyah Maumere dan
Stimikom Stella Maris menjadi Universitas Stella Maris Sumba," jelasnya.
Lebih lanjut, Prof menyampaikam, terdapat 11 (sebelas) perguruan tinggi yang mengajukan ekspansi penambahan prodi karena adanya perubahan bentuk dari Institut menjadi universitas dan sekolah tinggi menjadi universitas. Dengan demikian, prodinya bervarisi lebih banyak.
"Pada tahun 2024 ini, terdapat beberapa kegiatan internal yang kami lakukan dan itu masih proses pendalaman," ungkapnya.
"Kami juga nantinya merekomendasikan program studi di PTS dan PTN berbasis kebutuhan dan keseimbangan. Ini penting," tambahnya.
Baca juga: Bentuk Karakter Mahasiswa, ICW Gandeng LLDIKTI Wilayah XV Gelar Diskusi Publik Anti Korupsi
Prof Adrianus berharap, dengan spesifik kebutuhan dan keseimbangan pemberian prodi itu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PTS.
"Kami berharap, PTN yang banyak prodinya bisa fokuskan pada prodi S2 atau S3. Sehingga yang S1 atau diploma bisa dimasifkan di PTS," pungkasnya. (cr20)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Telkomsel, Wajah Baru Gaya Inovatif yang Menghipnotis |
![]() |
---|
Sejarah Baru, Atlet Gymnastik Pertama dari NTT Langsung Naik Podium Juara di Jakarta |
![]() |
---|
Pengamat Undana Nilai Hakim MK Tidak Berprinsip Hapus Parlemen Threshold |
![]() |
---|
Pj Bupati Kupang Ajak Pemuda Katolik NTT Sinergi dengan Pemerintah Daerah |
![]() |
---|
Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe Minta Warga NTT Eratkan Rasa Persatuan dan Persaudaraan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.