Breaking News

Liputan Khusus

Anak Kaskostrad Mengajar di Perbatasan Timor Leste, Begini Respon Pemerintah Kabupaten Belu 

Selain SD Nanaenoe, mereka juga terlibat dalam kegiatan mengajar di SMP Laktutus.

|
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-Satgas Pamtas Sektor Timur
Letda Inf Mahandiva Archi, anak dari Mayjen TNI Farid Makruf, Kaskostrad TNI AD saat bersama para siswa SDI Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu NTT. Daerah tersebut merupakan perbatasan Indonesia-Timor Leste (RI-RDTL). 

Anak Kaskostrad

Adapun Letda Inf Mahandiva Archi, anak dari Mayjen TNI Farid Makruf, Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) TNI Angkatan Darat, ikut mengajar di SDI Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste (RI-RDTL).

Letda Inf Archi, merupakan anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas 742 SWY Sektor Timur. Perwira rendah yang juga menjabat sebagai Danpos Nanaenoe Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Sektor Timur itu bersama anggota satuan membantu proses pembelajaran setiap hari Senin dan Rabu, serta waktu senggang mereka.

Selain SD Nanaenoe, mereka juga terlibat dalam kegiatan mengajar di SMP Laktutus.

Letda Inf Archi menyebutkan, selain menjalankan tugas menjaga perbatasan, pihaknya juga melaksanakan tugas teritorial dengan turut serta membantu dalam bidang pendidikan di SD Nanaenoe.

"Tujuan utama kita membantu mengajar ini adalah untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di sekitar Nanaenoe, khususnya dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki potensi untuk maju dan berkembang di masa depan," ungkap Letda Archi, Sabtu (20/1).

Letda Archi menjelaskan, materi yang diajarkan tidak hanya terbatas pada pelajaran akademis seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga mengajar wawasan kebangsaan mencakup pelatihan baris berbaris, yel-yel, dengan tujuan memberikan semangat kepada anak-anak.

"Kondisi nyata saat ini menunjukkan bahwa banyak anak-anak yang belum lancar berbahasa Indonesia, namun lebih fasih dalam bahasa daerah. Dengan harapan, ke depannya mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar ketika ingin melanjutkan sekolah ke daerah lain," tambah Letda Archi.

Menurutnya, usia SD seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita di masa yang akan datang guna tumbuhkan rasa bela negara, dan rasa cinta tanah air.

"Pemberian pengetahuan wawasan kebangsaan kepada murid SD materinya kami sesuaikan dengan levelnya/kemampuan daya pikir anak setingkatnya. Tentunya dengan pola mengajak kembali untuk mengingat nama para pahlawan nasional serta perjuangannya, menyanyikan lagu-lagu nasional, tanamkan nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, dan sopan santun serta memotivasi meningkatkan minat belajar sebagai bagian dari perjuangan adik-adik siswa-siswi sekolah dasar untuk meraih cita-citanya," jelasnya.

Letda Archi mengakui bahwa respons yang diterima dari anak-anak dan pihak sekolah sangat baik. "Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelajaran yang diberikan," pungkasnya. (cr23)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

PK/AGUS TANGGUR

Agus Taolin

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved