Pilpres 2024

Daripada Membangun IKN, Anies-Muhaimin Lebih Pilih Perhatikan Kesejahteraan Guru Honor

Pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar lebih memilih memperhatikan kesejahteraan para guru honor daripada melanjutkan pembangunan IKN.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
PERHATIKAN NASIB GURU – Anies Baswedan calon presiden nomor urut 2 berjanji akan memperhatikan kesejahteraan guru honor dengan tidak melanjutkan pembangunan IKN yang sekarang sedang digencarkan oleh Presiden Jokowi. 

Harus Ditanggung Negara

Anies mengatakan, biaya tes kemampuan bahas Inggris yang jadi salah satu persyaratan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mestinya juga harus ditanggung oleh negara.

Hal itu, kata Anies, sebagai upaya untuk meringankan beban para pendaftar.

Ia menegaskan bahwa jangan sampai niat generasi penerus bangsa untuk melanjutkan pendidikan, malah terhalang oleh biaya tes yang jadi persyaratan beasiswa itu sendiri.

"Program ini tidak boleh membebani mereka yang mendaftar. Banyak anak-anak kita yang sebetulnya diterima, tapi tidak bisa meneruskan karena biaya tes TOEFL, IELTS, dan GMAT mahal," ucapnya.

"Jadi menurut kami, kalau sudah diterima LPDP, maka biaya tes itu termasuk dalam tanggung jawab LPDP," imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu mengatakan bila biaya tes dibebankan pada pendaftar, maka sama saja seperti negara membantu dengan setengah hati.

"Kita ingin memberi beasiswa jangan separuh-separuh, itu namanya meratakan penderitaan. Harus dibebaskan betulan, dibantu betulan," tegasnya.

Anies Baswedan, menginginkan agar cakupan beasiswa LPDP diperluas hingga ke sektor kebudayaan, kesenian, dan olahraga.

"Pilihan bidang LPDP itu harus dikembangkan lebih luas lagi. Termasuk sektor kebudayaan, kesenian, dan olahraga yang seringkali tidak jadi prioritas dalam pemberian beasiswa," ujarnya.

Ketiga sektor tersebut, kata Anies, nyatanya juga turut berkontribusi dalam memajukan Indonesia.

Menurutnya, kemajuan negeri ini bukan hanya dilihat dari kesejahteraan yang diukur dengan uang, tetapi juga soal memajukan peradaban.

"Jangan sampai bidang yang dianggap penting itu hanya perekonomian. Tidak semua urusan itu soal uang. Dana ini harus betul-betul bisa memajukan pendidikan, yang artinya juga memajukan kebudayaan kita," papar Anies.

"Itulah sebabnya, saya melihat LPDP itu bisa digunakan untuk kebudayaan, kesenian," ujarnya.

Kurikulum Dapat Disempurnakan

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved