Senin, 1 Juni 2026

Berita Manggarai Timur

Curah Hujan Rendah, Petani di Manggarai Timur Mengeluh

Heri kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024 mengatakan, lahan miliknya seluas 15x35 meter belum juga ditanami jagung. 

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Agustinus Rudi petani di Kampung Jati sedang menunjukkan kebun jagung miliknya yang gagal ditumbuhi tanaman jagung 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Minimnya hujan di wilayah Borong dan Manggarai Timur secara keseluruhan, membuat sejumlah petani belum juga menanam jagung dan tanaman umur pendek lainya. 

Salah satunya Heri Sarifrudin, petani asal Toka, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Heri Sarifrudin hingga saat ini masih menunggu hujan untuk menanam Jagung di lahan miliknya. 

Heri kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024 mengatakan, lahan miliknya seluas 15x35 meter belum juga ditanami Jagung. 

"Saya masih menunggu hujan turun baru bisa tanam di kebun saya ini. Saya hanya tanam ubi dan kacang hijau itu juga bantu pakai siram, karena hujan tidak pernah turun, hujan turun pun hanya gerimis tidak membasahi tanah," ujarnya.

Heri mengaku, jika hujan normal, maka biasanya bulan September lalu sudah ditanam dan sudah panen dan saat ini masuk musim tanam ke dua. Namun, karena tidak ada hujan, belum juga ditanam jagung

Heri juga mengaku jika tidak ada hujan lagi ke depan, maka ia kehilangan jagung 300 kilogram. 

"Kalau sekali panen itu biasanya hasil 300 kg jagung, tapi ini tidak ada hujan memang sehingga saya berpotensi kehilangan penghasilan jagung 300 kg," ujarnya. 

Baca juga: Debit Mata Air Turun, Pendapatan UPTD SPAM Manggarai Timur Tidak Capai Target

Heri juga mengatakan, dengan curah hujan sangat minim ini, membuat pendapatan ekonomi keluarga mereka berkurang. 

"Jagung itu kalau hasil saya tidak jual, untuk kepentingan makan saja, dengan  jagung dapat membantu kami untuk kebutuhan makan setiap hari. Kami berharap agar hujan bisa segera turun, dan pemerintah tolong buka mata perhatikan kami masyarakat kecil ini," tutup Heri.

Tanaman Jagung Milik Agustinus Rudi Petani Manggarai Timur Kerdil dan Mati Karena Tidak Hujan

Kurangnya curah hujan di Borong dan umumnya di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan banyak tanaman jagung milik petani kerdil, layu dan bahkan mati. 

Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024, di sejumlah kebun jagung milik petani di Desa Nanga Labang, Desa Golo Kantar, dan Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, terlihat ada tumbuh, namun  terlihat ada yang sedang layu, tumbuh kerdil dan bahkan ada yang terlihat mati atau kering. 

Petani asal Kampung Jati, Desa Nanga Labang, Agustinus Rudi, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024, mengaku sudah dua kali tanam jagung di kebun miliknya seluas 1 hektar. Tanam pertama pada bulan November 2023 lalu, namun semuanya mati dan gagal tumbuh. 

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto Minta Tetap Jaga Situasi Damai

Kemudian pada awal Januari 2024, Ia kembali menanam jagung, namun jagung gagal tumbuh dan sebagian tumbuh kerdil dan layu-layu. 

"Saya tanam lagi kemarin awal bulan Januari itu, tapi hasilnya sama juga ini mau mati lagi, babakan ada yang tumbuh kerdil satu-satu saja," ujarnya. 

Rudi mengaku ia mengalami kerugian besar, berupa biaya pembelian obat untuk mematikan rumput, biaya pembelian bibit dan juga kerugian terbesar adalah kehilangan penghasilan dari komoditi jagung

"Saya rugi besar dari biaya beli bibit, beli obat kimia untuk mematikan rumput, dan juga hasil dari jagung ini. Kalau hujan normal saya bisa panen sampai 2 ton jagung sekali panen, tetapi ini sayang sekali," Ujarnya. 

Rudi berharap, agar dengan pemberitaan media ini, pemerintah bisa membantu bibit atau bantuan lainya. (rob)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved