Pilpres 2024

Peluang Koalisi Anies-Ganjar Terbuka Lebar, Puan: Komuniasi dengan 01 dan 02 Selalu Saya Lakukan

Peluang adanya koalisi antara pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud kini semakin terbuka lebar saat Pilpres putaran dua. Begini kata Puan Maharani

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
PELUANG KOALISI – Puan Maharani, Ketua DPP PDIP mengatakan bahwa peluang koalisi antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo terbuka lebar dalam pilpres putaran kedua nanti. Pasalnya, dalam politik, semua kemungkinan bisa saja terjadi. 

"Ya semua kemungkinan bisa terjadi," kata Ganjar di Banyumas, Selasa 9 Januari 2024.

Hal ini disampaikan Ganjar merespons gestur keakraban antara Anies dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani yang bersalaman selepas debat calon presiden pada Minggu 7 Januari 2024 lalu.

Namun, Ganjar menekankan bahwa ia tidak hanya berjabat tangan dengan Anies, tapi juga calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.

"Jadi Mas Anies kita salaman, Pak Prabowo salaman, saya salaman semuanya," ujar dia.

Jelang Pilpres 2024 peta kekuatan makin tampak, yakni menonjolnya pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pasangan nomor urut 2 itu diprediksi lolos ke putaran kedua Pilpres 2024, karena tak mampu meraih suara 50 persen plus 1.

Sementara siapa yang akan mendampingi Prabowo-Gibran berkompetisi di putaran kedua Pilpres 2024? Ini yang belum jelas.

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD masih bersaing keras.

Yang pasti, jika salah satu pasangan itu lolos ke putaran kedua, maka akan terjadi koalisi.

Dashyat

Menurut pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, hal ini akan berbahaya untuk pasangan Prabowo-Gibran.

Sebab, koalisi yang terjadi antara kubu pasangan nomor urut 1 dan 3, akan menjadi magnet besar dari masyarakat yang tadinya apatis pada Pilpres 2024.

Menurut Adi, kedekatan hubungan antara dua paslon bisa menjadi pembuka pintu komunikasi politik yang akan mereka jalin usai Pilpres 2024, tepatnya ketika pembagian kekuasaan dimulai.

"Bisa jadi ini sebagai prolog atau mukaddimah pintu komunikasi politik yang bakal mereka jalin di masa yang akan datang, pasca Pilpres terutama untuk kepentingan politik parlemen," kata Adi kepada Kompas.com, Kamis 11 Januari 2024 malam.

"Pemilu 2024 selain Pilpres, tentunya soal komposisi kekuatan parlemen juga pasti diincar semua kekuatan politik," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved