Berita Belu

Umat di Paroki Santo Agustinus Fatubenau Antusias Sambut Operasi Pasar

Rosalia Setia, salah satu warga, mengaku sangat terbantu dengan terselenggaranya pasar beras murah oleh pemerintah. 

|
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Umat di Paroki Santo Agustinus Fatubenau antusias membeli beras murah saat operasi pasar, Kamis 11 Januari 2024. Operasi pasar ini diselenggarakan oleh Perum Bulog Kantor Cabang Atambua dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Umat di Paroki Santo Agustinus Fatubenau antusias menyambut operasi pasar beras murah yang diselenggarakan oleh Perum Bulog Kantor Cabang Atambua bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu. 

Pasar murah ini berlangsung di halaman gereja Paroki Santo Agustinus Fatubenau, Kamis, 11 Januari 2024.

Rosalia Setia, salah satu warga, mengaku sangat terbantu dengan terselenggaranya pasar beras murah oleh pemerintah. 

"Ini sangat membantu kami, terutama dengan kenaikan harga beras yang masih Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu di pasaran ditambah dengan cuaca yang tidak menentu sehingga kita juga belum bisa menanam khususnya padi," ujarRosalia Setia saat diwawancarai POS-KUPANG.COM

Rosalia juga mengaku sengaja datang sejak pagi untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau. Ia juga berharap agar kedepannya dapat dijual dengan jumlah yang lebih banyak. 

"Saya harap ke depannya dapat dilakukan dengan jumlah yang lebih banyak, minimal bisa membeli 25 kg, karena kalau hanya 10 kg cukup untuk 5 hari," tambahnya.

Ina, warga lainnya juga menyampaikan hal serupa. "Saya sangat bersyukur dengan adanya program pasar murah ini. Semoga ke depannya, program semacam ini dapat berlanjut secara berkelanjutan, mengingat harga beras di pasaran masih tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan meskipun pembelian dibatasi hingga 10 kg, namun ini sangat berarti.

"Pasar murah beras ini sangat membantu, apalagi dengan harga beras yang sangat mahal di pasaran. Walaupun dibatasi hanya 10 kg, tetapi sangat membantu," katanya.

Ina juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas respons cepat terhadap keluhan masyarakat. 

Karena menurut dia, dengan dilakukan operasi pasar murah ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tantangan harga beras yang tinggi.

Baca juga: Atasi Kenaikan Harga Beras, Perum Bulog Atambua dan Dinas Pertanian Belu Gelar Pasar Murah

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Robert Mali, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga beras dan mengatasi krisis pangan.

"Pasar murah ini merupakan salah satu program dari pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga beras yang semakin tinggi di pasaran, sehingga membuat masyarakat sulit menjangkau," ujar Mali.

Selain itu, pasar murah ini juga diinisiasi sebagai langkah penanggulangan terhadap krisis pangan yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem, terutama dampak dari peristiwa El Nino yang mempengaruhi pola tanam.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved