Uskup Anton Pain Ratu Wafat

Ketua Majelis Sinode GMIT Sebut Mgr Anton Pain Ratu Sebagai Bapa Ekumene

Dikatakan Pdt. Mery, jemaat-jemaat GMIT di Belu, TTU, dan Malaka mengingat Uskup Mgr. Anton Pain Ratu dengan kesan yang sangat baik.

POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Jenazah Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu diantar ke Aula Dominikus Lalian Tolu Nenuk dengan mobil Ambulance milik RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, Sabtu 6 Januari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Dr. Mery Kolimon menyebut, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD sebagai bapa ekumene.

Pdt. Dr. Mery Kolimon menyampaikan hal ini saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu 6  Januari 2024

"Umat Protestan dan Katolik di Keuskupan Atambua menyebutnya (Mgr. Anton Pain Ratu,SVD) sebagai Bapa Ekumene. Beliau sendiri mengunjungi jemaat-jemaat GMIT dan beberapa kali berkotbah di gereja-gereja Protestan di sana (Atambua)," ungkap Pdt. Mery Kolimon.

Diketahui, Mgr. Anton Pain Ratu meninggal dunia pada usia ke-95 tahun di RSUD Gabriel Manek Atambua Sabtu 6 Januari 2024, hari ini.

Baca juga: Bupati Belu Sebut Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu Sosok Pemimpin Berkharisma dan Berkarakter

Mewakili para pelayan dan jemaat GMIT, khususnya yang berada di Kabupaten Belu, TTU, dan Malaka, Pdt. Mery Kolimon menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Uskup Emeritus Mgr. Anton Pain Ratu, SVD.

"Kami sungguh berduka kehilangan beliau sekaligus bersyukur merayakan hidup Hamba Tuhan ini," kata Pdt. Mery.

Dikatakan Pdt. Mery, jemaat-jemaat GMIT di Belu, TTU, dan Malaka mengingat Uskup Mgr. Anton Pain Ratu dengan kesan yang sangat baik.

"Selama masa layannya sebagai Uskup, beliau menggagas dan membangun relasi ekumenes yang sangat baik dengan jemaat-jemaat GMIT di wilayah Keuskupan Atambua," ungkapnya.

 

Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, kata Pdt. Mery, mendorong program pertukaran pelayanan ekumene, di mana para pendeta memimpin kotbah di gereja Katolik dan sebaliknya para pastor memimpin kotbah di gereja Protestan.

"Secara khusus jemaat Polycarpus di Atambua mengingat bahwa lonceng gereja yang dipakai sampai sekarang untuk memanggil umat beribadah adalah hadiah dari Bapa Uskup Pain Ratu," ungkapnya.

Pdt. Mery menambahkan, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD adalah sosok yang sangat bersahabat dan merangkul semua golongan.

"Pribadi yang sangat cair dan jauh dari kesan kaku. Kita sungguh kehilangan," pungkasnya. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved