Sopir Taksi Viral
Polisi Bekuk Sopir Taksi yang Viral Saat Hendak Kabur dari Surabaya ke Kupang
Sopir yang melakukan kekerasan dan pengancaman kepada wisatawan asing di kawasan Seminyak Badung tersebut diamankan saat hendak kabur ke Kupang.
POS-KUPANG.COM - Sopir taksi yang sempat viral lantaran mengancam penumpang dibekuk personel gabungan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Kamis (4/1/2024).
Sopir itu hendak kabur ke Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT). “Sudah diamankan. Iya hari ini (diamankan). Di Bandara Juanda,” ungkap Humas Polsek Kuta saat dihubungi Tribun Bali.
Sopir yang melakukan kekerasan dan pengancaman kepada wisatawan asing alias bule di kawasan Seminyak Badung tersebut diamankan saat hendak kabur ke Kupang, Nusa Tenggara Timur melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, terduga pelaku dalam perjalanan menuju Bali. Sedangkan korban yang merupakan WNA telah kembali ke negaranya.
Baca juga: Berita Viral Tak Dibayar 50 Dollar Sopir Taksi di Bali Ancam Dua Warga Negara Asing Pakai Sajam
“Korban belum ada lapor. Kita sudah dapat identitasnya. Mereka sekarang di luar negeri. Nanti buat laporannya,” pungkas Humas Polsek Kuta.
Sebelumnya, viral di media sosial terkait adanya adu mulut dua orang WNA dengan seorang sopir taksi yang diduga terjadi di wilayah Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung. Cekcok itu berujung pada aksi kekerasan yang dilakukan oleh sang sopir kepada penumpangnya.
Bahkan, sang sopir dengan nomor lambung 295 itu terlihat sempat mengeluarkan sebuah benda yang diduga senjata tajam. Sementara itu, dua WNA yang telah ketakutan itu akhirnya turun dari taksi setelah memberikan sejumlah uang kepada sopir.
Dunia pariwisata di Bali digemparkan dengan beredarnya video itu. Video berdurasi singkat yang memperlihatkan perlakuan tidak menyenangkan diterima oleh dua Warga Negara Asing (WNA) perempuan saat berada di dalam taksi.
Peristiwa itu diduga terjadi di wilayah Kuta Utara, dengan motif tarif taksi yang tidak sesuai. Dalam video tersebut oknum sopir taksi terlihat mencoba memukul turis dan berperilaku arogan dengan mengeluarkan benda yang diduga sajam (senjata tajam).
Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi dari Polsek Kuta Utara dan Polres Badung, ternyata lokasi sopir taksi yang mengancam WNA itu terjadi di wilayah Seminyak, Kuta. Kasus itu pun sudah dikoordinasikan dengan Polresta Denpasar.
Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura mengakui sudah melakukan penyelidikan pasca video tersebut ramai di media sosial. Dari hasil penyelidikan diketahui lokasi kejadian itu ada di Seminyak.
"Kami sudah lakukan penyelidikan dan diketahui lokasinya terjadi di sepanjang Jalan Kayu Aya Seminyak mulai dari Kudeta hingga hotel The Legian," ucapnya, Rabu (3/1/2024).
Diakuinya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polresta Denpasar, ternyata wilayah itu masuk wilayah hukum Polresta. "Jadi tindaklanjutnya ditangani Polresta Denpasar," bebernya.
Terkait dengan kronologi, pada video yang ramai di media sosial itu memperlihatkan dua WNA wanita yang sedang berlibur di Bali mendapat ancaman menggunakan senjata tajam (sajam) oleh oknum sopir saat naik taksi.
Belum diketahui kapan pastinya insiden itu terjadi. Sementara lokasi kejadiannya terpantau dari video yang beredar tepat di Jalan Kayu Aya, depan Hotel The Legian Seminyak, Kuta, Badung.
Terlihat dalam video berdurasi 3 menit 16 detik tersebut, dari awal bule tersebut sudah ingin keluar dari mobil taksi yang melaju dari selatan ke utara di sepanjang Jalan Kayu Aya, sambil mengatakan akan pergi ke kantor polisi.
"Let us out (biarkan kami keluar), go to the police (pergi ke polisi," ucap seorang bule wanita. Diduga saat itu mereka sedang tidak sepakat soal tarif dengan si sopir taksi yang wajahnya terpampang jelas dalam rekaman.
Si bule ingin membayar Rp 50 ribu, sedangkan si sopir menolak keras dan meminta bayaran 50 USD atau sekitar Rp 775 ribu.
Mendengar penolakan dari sopir, kedua bule yang belum diketahui identitasnya itu pun terus berteriak meminta dibiarkan keluar dari mobil. "Let us out please (biarkan kami keluar), you did not even bring us to our location (kamu bahkan tidak membawa kami ke lokasi kami)," tambahnya.
Sopir taksi juga tetap tak membiarkan kedua turis wanita asal AS itu keluar, dan mencoba bernegosiasi lagi.
Pria itu meminta sejumlah uang dan akan membawa kedua penumpang itu menuju Potato Head. Namun karena sudah kepalang takut, kedua bule tetap ingin keluar. Saat sudah keluar dari mobil terdengar bule itu berteriak minta tolong.
Jaga Rasa Aman Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjokorda Bagus Pemayun menyayangkan adanya driver taxi yang mengancam wisatawan dengan sajam di Pulau Dewata.
Pasalnya, Bali sebagai destinasi wisata hal yang pertama mesti diterapkan adalah rasa aman bagi pelancong. Bali pun seperti diketahui telah menerbitkan ‘do and don’t’ atau apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menertibkan pariwisata Bali.
“Arahan Pak Pj Gubernur sudah membentuk Satpol PP Pariwisata, setelah di-launching nanti mudah-mudahan ini (dapat bekerja dengan baik). Tetapi hal-hal itu (video viral) sudah kita sampaikan, dan menindaklanjuti melalui anggota Satgas (Pariwisata) kita ada dari kepolisian. Kepolisian sudah langsung (atensi),” katanya, Kamis (4/1/2024).
Terkait Satpol PP Pariwisata, kata Tjok Bagus, rencananya akan di-launching awal Februari. Nantinya Satpol PP ini akan ditempatkan di daya tarik wisata (DTW).
“Sehingga segala sesuatunya bisa kita ini (segera atensi). Tentu kita juga kemarin sudah bertemu dengan stakeholder pariwisata dan asosiasi, bisa kita juga menyampaikan kepada wisatawan mana yang boleh dan mana yang tidak. Termasuk juga di bandara,” jelasnya.
Terkait kewaspadaan dari warga lokal, pihaknya mengatakan, harusnya warga lokal sudah menyesuaikan dengan aturan yang ada, sehingga sudah bisa dimengerti. Pun jika wisman terlibat perkara dengan seseorang di Bali, Tjok Bagus menyebutkan, sudah ada call center dari Imigrasi yang bisa dihubungi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, mengatakan akan memeriksa dari sisi angkutan, apakah resmi atau tidak. Karena kata Samsi banyak taksi serupa yang tidak terdaftar resmi.
“Kami dorong percepatan penyelesaian. Jangan sampai gitu. Buat kami kalau izin sesuai dan layak jalan pengawasan benar, harusnya tidak masalah. Kalau terdaftar sanksi perusahaan, artinya tidak menjalankan SOP. Kita lihat SOP. Kalau tidak dikerjakan, seperti apa penyelesaian di dalam. Kami ada langkah teguran sampai suspend,” kata Samsi.
Ketua Persatuan Angkutan Pariwisata Bali (Pawiba) I Nyoman Sudiartha mengatakan sangat menyayangkan terjadinya hal-hal seperti itu di lapangan.
“Ini akan membawa dampak dari pariwisata yang mana pariwisata kita baru sedang recovery. Jadi kami harapkan kepada operator transportasi, termasuk taxi online dan angkutan sewa agar lebih ditekankan pada penerimaan SDM, khususnya pada driver agar terhindar pada hal ini,” ucap Sudiartha.
Karena video tersebut sudah viral Sudiartha menilai ini akan berdampak pada pariwisata secara keseluruhan. Ia pun sudah mendapatkan laporan dan berkoordinasi dengan kepolisian mengenai kejadian ini.
Sementara terkait tarif menumpang 50 dolar, Sudiartha mengatakan hingga kini belum jelas driver tersebut mengantar wisman dengan tujuannya dari mana ke mana.
“Memang 50 dolar tinggi sekitar Rp 450 ribu apakah tujuannya ke mana kan infonya tidak jelas yang menjadi protes adanya unsur pengancaman menggunakan sajam dengan nada yang kurang bagus dari driver ke wisman,” paparnya.
Ia mengatakan, jika wisatawan menemukan kejadian serupa karena sudah berisikan unsur pidana maka harus melapor ke polisi.
Sementara untuk pengancaman tanpa sajam atau keluhan mengenai pariwisata di Bali lainnya dapat menghubungi Bali Tourism Board (BTB). (*)
UPDATE Jadwal Kapal Pelni KM Labobar September 2025: Kaimana, Dobo, Tual, Banda, Ambon |
![]() |
---|
Diatas Kertas Ideal, Tapi Prakteknya Adil dan Setara untuk Kelompok Rentan itu Belum Tentu Terwujud |
![]() |
---|
Ramalan Shio Besok Jumat 29 Agustus 2025: Tikus Waspada Penipuan, Monyet Finansial Sehat |
![]() |
---|
Kelompok Rentan yang Berhadapan dengan Hukum Belum Dapat Pelayanan Maksimal |
![]() |
---|
Viral NTT,Merasa Dibohongi! Pemain Top Score OBM Cup Kembalikan Uang Hadiah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.