Lukas Enembe Meninggal
Lukas Enembe Meninggal Dunia, ULMWP Serukan Berkabung Nasional Selama Dua Minggu
ULMWP menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menghormati mantan Gubernur Papua Lukas Enembe dengan melaksanakan kabung nasional selama dua minggu.
POS-KUPANG.COM - United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menghormati mantan Gubernur Papua Lukas Enembe dengan melaksanakan kabung nasional selama dua minggu.
Untuk diketahui, Lukas Enembe meninggal dalam perawatan di RSPAD Jakarta Pusat, Selasa 26 Desember 2023. Jenazahnya dibawa pulang dan telah tiba di Jayapura, Provinsi Papua, Kamis 28 Desember 2023.
Ribuan warga Papua menyambut jenazahnya di bandara dan menolak untuk diangkut dengan ambulans.
Arak-arakan massa membawa jenazah Lukas Enembe diwarnai kericuhan pada Kamis (28/12) petang, ketika massa membakar sejumlah rumah toko (ruko) di Kota Jayapura.
Kericuhan terjadi ketika arak-arakan massa membawa jenazah Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe menunggu kedatangan iringan mobil jenazah Lukas Enembe dari Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 17.10 WIT.
Sejumlah massa dilaporkan melempar ruko dan bangunan lain dengan batu. Mereka kemudian membakar sejumlah ruko di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengatakan tujuh aparat TNI/Polri terluka dalam insiden tersebut, sementara sebanyak 25 ruko dibakar massa.
"Ini ruko-ruko yang berdempetan dengan asrama intel tentara dari Denintel sehingga terjadi 25 unit rumah toko (ruko) terbakar untuk total kerugiannya masih dihitung," kata Mathius, Kamis (28/12).
Sebelumnya, arak-arakan massa membawa jenazah Lukas Enembe dari bandar udara Sentani menuju Sekolah Teologia Atas Injili (STAKIN) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (28/12), juga sempat diwarnai kericuhan.
Dalam perjalanan menuju STAKIN di Sentani, Kabupaten Jayapura, sejumlah orang membakar sebuah mobil, merusak sepeda motor dan melempar batu ke sejumlah bangunan.
"Ada satu mobil yang dibakar," kata wartawan Jubi, Islami Adisubrata, yang berada di lokasi kejadian, kepada BBC News Indonesia, Kamis (28/12).
Sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan aparat kepolisian berada di jalan-jalan yang dilalui arak-arakan. Lebih dari 1.000 aparat kepolisian diturunkan untuk mengamankan proses arak-arakan ini, kata pejabat kepolisian Papua.
Sejumlah media melaporkan massa juga melakukan aksi pelemparan batu ke arah aparat kepolisian.
Sempat terjadi bentrokan antara aparat dan kepolisian, dan salah seorang yang terluka akibat lemparan itu adalah Penjabat (Pj) Gubernur Papua Ridwan Rumasukun.
"Pada kejadian di depan STAKIN itu ada 14 korban luka-luka, untuk kendaraan 1 mobil dibakar, 5 kendaraan rusak berat, 2 unit bangunan rusak," kata Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.