Pilpres 2024
Usai Debat Cawapres, Ardha Ranadireksa Beri Catatan Spesial ke Muhaimin, Gibran juga Mahfud
Peneliti Charta Politika Ardha Ranadireksa dan Pengamat Politik Universitas Andalas Asrinaldi memberikan catatan spesial kepada 3 calon wakil presiden
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Ardha juga menyoroti gaya Gibran menyerang Imin dan Mahfud dengan istilah-istilah seperti "carbon capture and storage" dan "SGIE". Gaya tersebut mirip cara Jokowi saat mendegradasi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
Asrinaldi juga melihat hal yang sama. Menurutnya, taktik itu sangat cerdik untuk menghantam dua kandidat lainnya.
"Gibran memainkan dukungan massa. Psikologi massa dimainkan, seakan dia tahu banyak hal dan lawan tidak tahu. Makanya Gibran menjadi lebih unggul," ucap Asrinaldi.
Ia juga membedakan penampilan Mahfud MD yang disebutnya tidak maksimal. Ardha lantas mencoba membandingkan performa Mahfud di debat cawapres Pilpres 2024 dengan saat menghadapi Komisi III DPR.
Asrinaldi pun mengamini apa yang disampaikan Ardha. Dia menyebutkan bahwa pada debat itu, Mahfud banyak menahan diri ketika hendak membongkar kebobrokan pemerintah.
"Dia orang pemerintahan, jadi jangan sampai menjadi bumerang sehingga di medsos dianggap dia membiarkan hal-hal itu. Makanya, terlihat Mahfud menahan diri dan hanya membuka sedikit-sedikit saja," ujar Asrinaldi.
Ketika disinggung tentang strategis menghadapi rival, Ardha menyebutkan bahwa Mahfud juga lihai mengendalikan serangan-serangan dua kandidat lainnya. Mahfud bahkan selalu mengaitkan isu ekonomi dengan penegakan hukum.
Contohnya, lanjut dia, cara Mahfud keluar dari jebakan Gibran tentang carbon capture and storage. Menurut Ardha, Mahfud lebih baik mengatasi serangan Gibran dibanding Muhaimin Iskandar.
"Lihainya Mahfud, dia masuk lagi ke undang-undang, pembuatan regulasi. Istilahnya, 'Lu bawa ke ranah asing, gue bawa ke ranah gue yang mungkin buat lu asing," ujar Ardha.
Baca juga: Modal Kampanye Anies-Muhaimin Paling Minim, Hanya Bersumber dari Kantong Sendiri
Baca juga: Kobarkan Semangat Taklukkan Tempat Kelahiran SBY, Hasto: Saatnya Menangkan Ganjar-Mahfud
Meski mengungkapkan keunggulan setiap cawapres dalam debat tersebut, baik Asrinaldi maupun Ardha menilai, Gibran lebih matang dalam penampilan perdana tersebut.
"Menurut saya, persiapan paling matang itu Gibran. Dia lebih siap. Dia menjelaskan dan menerima pertanyaan dengan baik. Gibran lebih siap,” ujarnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.