Pilpres 2024

Usai Debat Cawapres, Ardha Ranadireksa Beri Catatan Spesial ke Muhaimin, Gibran juga Mahfud

Peneliti Charta Politika Ardha Ranadireksa dan Pengamat Politik Universitas Andalas Asrinaldi memberikan catatan spesial kepada 3 calon wakil presiden

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
CATATAN SPESIAL - Peneliti Charta Politika, Ardha Ranadireksa dan Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi memberikan catatan spesial kepada tiga calon wakil presiden yang tampil dalam debat cawapres Jumat 22 Desember 2023 malam. 

POS-KUPANG.COM – Peneliti Charta Politika, Ardha Ranadireksa dan Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi memberikan catatan spesial kepada tiga calon wakil presiden yang tampil dalam debat cawapres Jumat 22 Desember 2023 malam.

Tiga calon wakil presiden itu masing-masing Muhaimin Iskandar, calon wakil presiden Anies Baswedan, Gibran Rakabuming Raka, cawapres Prabowo Subianto dan Mahfud MD, calon wakil presiden bagi Ganjar Pranowo.

Baik Ardha Ranadireksa maupun Asrinaldi sama-sama memyoroti penampilan tiga cawapres dalam ajang tersebut. Keduanya pun membedah setiap penampilan dari ketiga figur tersebut.,

Muhaimin Iskandar, misalnya, pada debat perdana itu memperlihatkan sikap sebagai oposisi. Itu tampak dalam pernyataan yang bernada kritikan tajam tentang kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi selama ini.

Dari cara tersebut, kata Asrinaldi, sangat kentara kalau Cak Imin sedang berupaya menjaring suara anti-Jokowi melalui debat. Gaya debat Cak Imin juga dinilai mirip dengan Anies Baswedan pada debat pertama.

"Jadi memang Muhaimin atau pun Anies Baswedan harus memiliki faktor pembeda dengan rezim, sehingga lebih diingat masyarakat. Apalagi para pendukung memang tidak lagi setuju atau tidak suka dengan Presiden Jokowi," ujarnya.

Dalam debat tersebut, kata Asrinaldi, Muhaimin Iskandar juga senantiasa memperlihatkan strategi apik dengan melontarkan pertanyaan bernada jebakan.

Itu terlihat ketika diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke Gibran, mengapa Solo mendapat banyak proyek dan anggaran dalam beberapa tahun terakhir.

Hanya saja, cara tersebut tak sepenuhnya berhasil, karena Gibran rupanya membaca taktik tersebut kemudian balik menyerang.

Sementara itu, Ardha Ranadireksa menyoroti gaya kocak Cak Imin dalam mengemas program dan visi-misi saat debat. Muhaimin juga terlihat goyah ketika ditanya Gibran mengenai State of the Global Islamic Economy (SGIE).

“Di momen ini Cak Imin tak bisa menjawab. Makanya saya lihat. lebih lihai Pak Mahfud dibanding Cak Imin ketika dilempar istilah teknis," ujarnya.

Gibran Paling Gemilang

Pada bagian lain, Ardha juga mengatakan bahwa dalam debat cawapres tersebut, Gibran paling gemilang. Bahkan penampilannya dalam momen tersebut menjawab semua keraguan publik yang mengemuka selama ini.

Pemaparan materi misalnya,  Gibran paling terstruktur dibanding dua kandidat lainnya. Gibran juga lihai dalam sesi tanya jawab. Dalam debat kali ini, Gibran memang terlihat lebih siap.

"Selama ini, seolah-olah Gibran underdog. Tapi dalam perjalanan, Gibran ternyata lebih siap. Saya lihat dia cukup siap menjelaskan dan menerima pertanyaan," ujarnya

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved