Natal dan Tahun Baru

Harga Tiket Pesawat Melambung, Perantau di Labuan Bajo Pikir Dua Kali Mau Pulang

Tomi Bolly, warga Kota Kupang yang sudah dua tahun merantau di Labuan Bajo mengaku, harga tiket dari Labuan Bajo menuju Kota Kupang sangat mahal

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Suasana di counter check-in Bandara Komodo Labuan Bajo. Jumat 22 Desember 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Harga tiket pesawat dari Labuan Bajo menuju beberapa daerah di wilayah NTT melambung tinggi jelang Natal dan Tahun Baru.

Tomi Bolly, warga Kota Kupang yang sudah dua tahun merantau di Labuan Bajo mengaku, harga tiket dari Labuan Bajo menuju Kota Kupang sangat mahal. Kondisi itu membuatnya harus berpikir dua kali untuk pulang dan merayakan Natal bersama keluarga di Kupang.

"Mau pulang (Kupang) saya pikir dua kali, tiket pesawat terlalu mahal, sangat jauh dari kata wajar harga tiket Labuan Bajo ke Kupang," kata Tomi kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 22 Desember 2023.

Tomi mengaku heran harga tiket pesawat rute Labuan Bajo-Kupang mahal padahal masih dalam satu wilayah NTT, bahkan lebih mahal dibanding ke Bali dan Pulau Jawa.

Baca juga: Standarisasi Pencegahan Kebakaran Kapal Wisata di Labuan Bajo, Wajib Siapkan Masker-Selimut Api

Dia mengatakan harga tiket saat ini jauh berbeda dari harga tiket 2-3 tahun ke belakang. Dahulu ia hanya merogoh kocek sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu untuk bisa membeli tiket pesawat rute Labuan Bajo-Kupang.

"Sekarang terlalu mahal kelewatan sekali hampir Rp2 juta, kalau dihitung-hitung pulang pergi bisa mendekati Rp 4 juta, bagi saya sangat berat," keluh Tomi.

Terlepas dari harga tiket yang 'mencekik', bagi Tomi menempuh perjalanan udara ke Kupang adalah opsi terbaik dibanding menggunakan kapal laut yang bisa memakan waktu berhari-hari. Saat ini belum ada kapal laut yang melayani pelayaran langsung dari Labuan Bajo ke ibukota Provinsi NTT itu.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Basarnas Siagakan Kapal Khusus di Labuan Bajo

"Ada kapal Pelni tapi itu harus singgah-singgah, makan waktu bisa sampai berhari-hari di laut, kalau mau naik ferry harus ke Aimere (Kabupaten Ngada) jauh lagi kesana apalagi musim libur begini pasti kita berdesakan di atas kapal. Paling cepat ya naik pesawat, tapi harga tiket begitu mahal mau pulang juga berat," katanya.

Tak hanya Tomi, Riko (27) juga merasakan hal yang sama. Pria yang lahir dan besar di Kota Kupang itu kini mengurungkan niat pulang Kupang untuk Natal bersama keluarga. Salah satu faktornya karena harga tiket yang mahal.

"Harga tiket mahal, untuk pergi pulang naik pesawat dihitung-hitung hampir empat juta, mungkin itu gaji dua bulan ya. Belum lagi sampai di Kupang kebutuhan di rumah dan lain-lain, ini hari raya kita tidak bisa hanya pergi lalu pulang begitu saja," ungkapnya.

Baca juga: Warga Mengeluh Kawasan Waterfront Labuan Bajo Dijadikan Tempat Mabuk-mabukan

Riko berharap pemerintah mengambil langkah tegas dengan untuk menertibkan maskapai yang melanggar batas atas tarif. Sebagai masyarakat biasa dia sangat terbebani dengan mahalnya harga tiket pesawat tersebut.

Kepala Bandara Komodo Ceppy Triono selaku pengelola bandara belum menanggapi pesan yang dikirimkan. Persoalan harga tiket pesawat di NTT yang mahal bukan baru terjadi, beberapa bulan belakangan menjadi isu yang disorot pemerintah maupun legislatif.

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake pernah melempar janji untuk memanggil maskapai yang melayani penerbangan di NTT terkait dengan mahalnya harga tiket. "Itu juga akan kami panggil maskapai," sebutnya, seperti diberitakan POS-KUPANG.COM, Jumat 6 Oktober 2023. Namun hingga hari ini harga tiket tak kunjung turun. (uka)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved