Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 19 Desember 2023, Harapan Tanpa Putus Asa
Bahkan di kalangan Yahudi besar kemungkinan mereka akan dikucilkan oleh lingkungan, apalagi status Zakharia yang adalah seorang imam
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis RP. John Lewar SVD dengan judul : Harapan Tanpa Putus Asa.
Tahun B/II: Hari Biasa Pekan Khusus Adven RP. John Lewar SVD menulis renungannya merujuk pada bacaan : Hakim 13: 2-7.24-25a., Mazmur 71: 3-4a.5-6ab.16-17
Lukas 1: 5 - 25
Berikut ini renungan lengkap yang ditulis oleh RP. John Lewar SVD.
Saudari – saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Menikah dan mempunyai anak adalah harapan hidup berkeluarga. Ketika harapan itu tidak kunjung datang, banyak pasangan menjadi cemas bahkan putus asa. Akhirnya kebahagiaan keluarga mulai terusik.
Kita bersyukur karena banyak keluarga tetap harmonis hingga sekarang walau belum atau tidak memiliki keturunan. Perjalanan keluarga Zakaria dan Elisabeth mengungkapkan kerinduan keturunan.
Dikatakan bahwa “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” Meski memiliki hati yang takut akan Tuhan (maksudnya: hidup benar) bukan berarti mereka terbebas dari masalah.
Masalah Elisabet dan suaminya adalah: “…mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.” (Lukas 1:7). Sebuah keluarga tidaklah lengkap tanpa kehadiran anak. Di zaman dahulu kemandulan itu merupakan aib dan menimbulkan stigma negatif bagi istri dan juga suaminya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 19 Desember 2023, Menumbuhkan Sikap Iman Kita yang Sejati
Bahkan di kalangan Yahudi besar kemungkinan mereka akan dikucilkan oleh lingkungan, apalagi status Zakharia yang adalah seorang imam. Puluhan tahun lamanya keluarga ini harus mengalami tekanan, cibiran, hinaan dan olokan dari orang-orang sekitar.
Meski demikian hal itu tidak membuat mereka kecewa kepada Tuhan. Mereka tetap setia melayani Tuhan. Elisabet juga sangat beruntung memiliki suami yang saleh. Meski tahu bahwa ia mandul Zakharia tidak bersikap semena-mena apalagi meninggalkannya.
Sebagai manusia mereka tidak memiliki cara menghapus aib tersebut, kecuali hanya berdoa memohon belas kasihan Tuhan. Janji Tuhan pun digenapi. Allah mengutus malaikat Gabriel untuk menyampaikan kabar sukacita: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.” (Lukas 1:13).
Pengalaman membuktikan, bahwa ada banyak wanita yang sangat menderita karena tidak kunjung hamil dan punya anak setelah menikah. Ia sudah berdoa terus dan berupaya secara maksimal tapi belum juga berhasil.
Kehamilan Elisabet, mempertegas bagi kita adanya campur tangan Allah dalam drama kehidupan manusia termasuk dalam kehidupan yang suram dan tampaknya sudah tanpa pengharapan sekalipun.
Maka kemandulan ini, bisa dimaknai dalam arti yang lebih luas, bukan hanya menyangkut masalah biologis namun juga terkait dengan masalah kesulitan, penderitaan dan problem lainnya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 19 Desember 2023, Karena Engkau Tidak Percaya
Campur tangan Allah yang membawa suka cita ini juga dapat terjadi dalam persoalan-persoalan tersebut. Tentu hal ini menuntut kerja keras dan kebaikan dari orangorang yang beriman, seperti Elizabet dan Zakharia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mengakui-dan-Percaya-Kepada-Yesus.jpg)