Berita Manggarai Barat
Petani di Manggarai Barat Dilatih Cara Merawat Alsintan
sebab mitra dalam komisi ini adalah badan yang bergerak dalam sektor pertanian, perikanan dan peternakan.
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sebanyak 75 petani di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti bimbingan teknis perawatan dan pemeliharaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang telah diberikan pemerintah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Pertanian RI bersama Anggota Komisi IV DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, di Hotel Perundi Labuan Bajo, Jumat 17 November 2023.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian yang diwakili Yustina Retno Widiati menjelaskan kegiatan serupa sudah terlaksana sejak 2020.
"Kami telah memulai dari Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat," jelasnya.
Yustina Retno Widiati berharap melalui kegiatan ini pada petani paham bagaimana cara merawat alsintan yang baik dan benar. Sehingga secara tidak langsung mampu meningkatkan produktivitas mereka.
Baca juga: Berita Viral Musibah Perahu Wisatawan Terbalik di Labuan Bajo Manggarai Barat - NTT
"Mungkin bapak ibu selama ini sudah terima alsintan, itu merupakan aset untuk membangun, alangkah bersyukur karena tidak semua kelompok terima. Karena ada 1.000 lebih kelompok di Manggarai Barat, anda beruntung sehingga perawatan dan pemeliharaan harus jadi perhatian, karena jika mangkrak akan dipindahkan ke kelompok lain," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat mendorong petani di Manggarai Barat untuk mengoptimalkan alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Semua alsintan dijaga dengan baik, harus dirawat. Sehingga, ada teknisi yang kami bawa, temani kami dari Bajawa, Manggarai Timur, Manggarai dan di Manggarai Barat ini untuk mengajarkan bagaimana merawat atau memperbaiki alsintan," kata NasDem itu.
Dalam kegiatan bertema perawatan dan pemeliharaan alat dan mesin pertanian, Julie turut memberikan motivasi bagi para petani untuk terus aktif dan produktif di sektor pertanian.
Menurutnya, sektor pertanian sebagai tulang punggung negara dan sektor yang strategis dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, terlebih, lanjut Bunda Julie, sektor pertanian merupakan sektor yang bertahan dalam situasi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
"Ada satu pabrik yang tidak tutup dalam situasi pandemi, yakni pabrik makan. Pabrik lain tutup karena Covid-19 tutup, pabrik makan tidak tutup dan pemenuhan semua itu ada ada di petani. Jadi, kalau semua tidak mau jadi petani, kami akan mati, sehingga kita menjadi petani itu harus bangga," imbuhnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Paus Pilot Ditemukan Terdampar di Pesisir Lembor Selatan Manggarai Barat
Sebagai legislator, Bunda Julie sengaja memilih Komisi IV, sebab mitra dalam komisi ini adalah badan yang bergerak dalam sektor pertanian, perikanan dan peternakan.
Hal ini dimaksudkan agar ia dapat menyambung lidah petani, nelayan dan peternakan di Provinsi NTT, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan alsintan demi peningkatan produktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, Idil Lar mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Julie S Laikodat dan Kementerian Pertanian yang telah membantu petani di Manggarai Barat melalui bantuan alsintan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Para-petani-di-Manggarai-Barat-diajari-cara-merawat-alat-dan-mesin-pertanian.jpg)