Berita NTT
Ini Tiga Lapangan Kerja Paling Banyak Serap Tenaga Kerja di NTT
Pada Agustus 2023, penduduk yang bekerja pada kegiatan informal sebanyak 2,16 juta orang (74,51 persen).
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komposisi penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan utama dapat menggambarkan struktur tenaga kerja di pasar kerja.
Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2023, tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu sebesar 49,06 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,72 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 9,46 persen.
Statistisi Madya BPS Provinsi NTT, Indra Achmad S. Souri, SST, M. Si dalam Konferensi Pers BPS NTT melapor, dibandingkan Agustus 2022, tiga lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Transportasi dan Pergudangan (0,02 juta orang), Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (0,02 juta orang), serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (0,01 juta orang). Hanya terdapat tiga lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan, yaitu Industri Pengolahan (0,06 juta orang), Pertanian (0,02 juta orang), dan Aktivitas Jasa Lainnya (0,01 juta orang).
Baca juga: BPS NTT Gelar Sosialisasi Proyeksi Penduduk Kabupaten dan Kota 2020-2035
Penduduk Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama Pada Agustus 2023, penduduk bekerja paling banyak berstatus pekerja keluarga/tidak dibayar, yaitu sebesar 24,63 persen, sementara yang paling sedikit berstatus pekerja bebas di pertanian, yaitu sebesar 1,13 persen.
Dibandingkan Agustus 2022, status buruh/karyawan/ pegawai, pekerja keluarga, berusaha sendiri, serta berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar, mengalami kenaikan persentase, masing-masing sebesar 0,59 persen poin, 0,52 persen poin, 0,41 persen poin, dan 0,15 persen poin.
Sementara itu, untuk status pekerjaan lainnya mengalami penurunan persentase, dengan penurunan terbesar pada berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar yaitu sebesar 1,39 persen poin.
Baca juga: Kepala BPS NTT Sebut Publisitas Penting untuk Buka Kesadaran Masyarakat di Sektor Pertanian
"Berdasarkan status pekerjaan utama, penduduk bekerja dapat dikategorikan menjadi kegiatan formal dan informal. Penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencakup mereka dengan status berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar serta buruh atau karyawan atau pegawai, sedangkan sisanya dikategorikan sebagai kegiatan informal atau berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga atau tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga atau tidak dibayar,"jelasnya dalam konferensi Pers pada Senin, 6 November 2023.
Pada Agustus 2023, penduduk yang bekerja pada kegiatan informal sebanyak 2,16 juta orang (74,51 persen).
Sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 0,74 juta orang (25,49 persen). Dibandingkan Agustus 2022, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan sebesar 0,74 persen poin.
Baca juga: BPS NTT Sebut Kota Kupang Alami Deflasi -0,77 Persen
Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pada Agustus 2023, penduduk bekerja masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD), yaitu sebesar 46,29 persen. Sementara itu, penduduk bekerja tamatan Diploma I/II/III dan Diploma IV, S1, S2, S3 sebesar 14,55 persen.
Distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan masih menunjukkan pola yang sama dengan Agustus 2022. Dibandingkan dengan Agustus 2022, penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan mengalami penurunan persentase, masing-masing sebesar 3,78 persen poin dan 0,05 persen poin. Sementara itu, penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Diploma I/II/III, dan Diploma IV, S1, S2, S3 mengalami peningkatan persentase, dengan peningkatan terbesar pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas atau 1,83 persen poin. (dhe)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pedagang-di-Pasar-Penfui.jpg)