Rabu, 13 Mei 2026

Pelaku Penikaman di Oesapa

Istri Tejo Minta Maaf kepada Keluarga Roy Bolle dan Konay

MA alias Tejo menjadi tulang punggung bagi Serly Salfince Sado dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/HO
Penasehat hukum, Anton Ali dan Fransisco Bessi mendampingi MA dan ML seusai memberi keterangan sebagai tersangka di Polresta Kupang Kota. 

"Saya mohon maaf buat keluarga korban (Roy Herman Bolle) dan Keluarga Konay. Saya mohon dimaafkan. Saya yang bersalah. Coba kalau saya tidak kasih bangun Tejo karena pas waktu itu dia (Tejo) lagi tidur," tutur Serly sambil mengusap air matanya.

Kini Serly harus siap untuk sendiri membesarkan ketiga anaknya tanpa suaminya yang meringkuk di tahanan guna harus mempertanggungjawabakan perbuatannya. "Yang (anak) ketiga, yang selalu tanya dia punya bapak (Tejo). Mama, bapak di mana. Saya hanya bisa jawab, kalau bapak lagi kerja," ujarnya.

Permohonan maaf yang sama dari hati yang tulus diungkapkan Yohana Alang, mewakili Keluarga Besar Alang, yang berharap keluarga almarhum Roy Herman Bolle bisa memaafkan perbuatan adiknya (Tejo). Biarlah proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya, sehingga adiknya bisa menjalani hukuman dengan baik.

"Mewakili keluarga, saya minta maaf yang sebesar-besarnya buat keluarga korban (Roy Herman Bolle) dan Keluarga Konay. Semoga permohonan maaf kami (Keluarga Alang) ini bisa diterima," kata Yohana dengan penuh haru.

Yohana tak ingin berbicara banyak selain memohon maaf atas perbuatan adiknya tersebut. Apalagi masalah ini tengah ditangani aparat Polresta Kupang Kota jadi keluarga percaya penuh sampai nanti vonis hakim di pengadilan.

MA alias Tejo, merupakan pelaku penikaman hingga menewaskan Roy Herman Boleng saat sengketa lahan di Oesapa. Roy Herman Boleng sendiri berada di Oesapa diduga diajak oleh Paul Bethan, penasihat hukum Mirah Tini Singgih.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa dalam peristiwa tersebut, Tejo sempat terlibat duel (perkelahian) dengan Paul Bethan di Jalan Timor Raya. Duel terjadi setelah Tejo dkk mengejar Paul Bethan dkk hingga ke Jalan Timor.

Saat duel dengan Paul Bethan ini, korban (Roy Herman Bolle) datang membantu dengan memukul Tejo persis di kepalanya. Saat itulah Paul Bethan kabur, sementara Tejo siap melanjutkan duel dengan korban (Roy Herman Bolle). Namun sebuah mobil melintas, sehingga memisahkan Tejo dan korban (Roy Herman Bolle). Kesempatan itulah, yang dipakai Tejo mencabut senjata tajam dan menghabisi korban hingga meninggal.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa sebelum turun ke lokasi, Paul Herman Bethan sempat menghubungi Erminnoldus Adam Senlau alias Gomez untuk menurunkan 'pasukan' guna melakukan pengamanan saat dirinya bersama kliennya Mira Singgi melakukan aktifitas di Oesapa.

Sayangnya, Erminnoldus Adam Senlau alias Gomez menolak karena tidak ada kesapakatan soal bayaran pengamanan. Meski Gomez sudah mengumpul anak-anak (pasukan) dan sudah turun ke Oesapa menggunakan satu unit mobil pickup untuk melakukan pengamanan terhadap Paul Betan dan Mira Singgi.

Gomez kemudian menghubungi Donny Konay dan Obet Magang menginformasikan soal aktifitas Paul Betan bersama Mira Singgi di Oesapa. Untuk memastikan informasi dari Gomez ini, Obet Magang kemudian menghubungi Stevy Konay. Setelah mendapat kepastian dari Stevy Konay, Obet Magang akhirnya menghubungi Matheus Alang alias Tejo untuk segera ke Oesapa.

Saat itu, Tejo sementara tidur ketika dihubungi Obet Magang, sehingga dibangun istrinya yang menerima telepon tersebut. Tejo pun langsung pamit kepada istrinya menuju ke Oesapa usai mendapat telepon dari Obet Magang agar segera ke Oesapa.

Gomez sempat dimintai keterangan oleh penyidik namun kemudian dilepas karena diduga memberikan keterangan palsu dengan memutarbalikkan fakta yang sesungguhnya. Diduga Gomez telah kabur ke Jakarta sejak dua pekan yang lalu pasca peristiwa Oesapa.
sementara Obed Magang, sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polresta Kupang namun kemudian dilepas dengan alasan tidak cukup bukti dalam kejadian tersebut. *

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved