Rabu, 13 Mei 2026

Pelaku Penikaman di Oesapa

Istri Tejo Minta Maaf kepada Keluarga Roy Bolle dan Konay

MA alias Tejo menjadi tulang punggung bagi Serly Salfince Sado dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/HO
Penasehat hukum, Anton Ali dan Fransisco Bessi mendampingi MA dan ML seusai memberi keterangan sebagai tersangka di Polresta Kupang Kota. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perebutan lahan di Oesapa hingga berujung tewasnya Roy Herman Bolle masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Rasa duka yang mendalam atas peristiwa tersebut dialami pula oleh Keluarga MA alias Tejo, pelaku penikaman yang menewaskan Roy Herman Bolle.

Kini, MA alias Tejo, harus meringkuk dibalik jeruji besi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Padahal, sebagai seorang kepala keluarga, MA alias Tejo menjadi tulang punggung bagi Serly Salfince Sado dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Sesuai rilis yang diterima Pos Kupang, Minggu 29 Oktober 2023, ungkapan rasa penyesalan mendalam secara tulus disampaikan Serly Salfince Sado, istri MA alias Tejo ketika ditemui wartawan, Sabtu (28/10/2023). Serly Salfince Sado tak sendiri namun ditemani, Yohana A, kakak sulung Tejo yang hanya bisa terdiam mendengar cerita adik iparnya tersebut.

"Atas nama pribadi dan keluarga, saya mohon maaf kepada keluarga korban (Roy Herman Bolle). Semoga permohonan maaf kami dapat diterima. Suami saya (Tejo) sudah mengakui kesalahan dan sekarang sedang menjalani hukuman," kata Serly Sado.

Permintaan maaf juga disampaikan Serly Salfince Sado kepada Keluarga Konay yang harus ikut menanggung akibat dalam kejadian ini. Terutama Tenny Konay (Marthen Konay) yang sesungguhnya tidak ada hubungan sama sekali dengan peristiwa tersebut karena tidak berada di lokasi saat terjadi kejadian tersebut.

"Saya juga minta maaf kepada Keluarga Konay. Akibat perbuatan suami saya, bapak Tenny Konay ikut terbawa-bawa dan harus ditahan di Polresta. Padahal bapak Tenny Konay tidak ada di lokasi. Semoga permintaan kami bisa diterima Keluarga Roy Bolle dan Keluarga Konay," ungkap Serly lagi.

Selama sebulan ini, Serly Salfince Sado terus dihantui rasa bersalah karena memiliki andil sehingga suaminya MA alias Tejo harus ditahan polisi. Bila saja, Serly tidak menerima panggilan telepon dari Obed Magang dan membangun Tejo yang sementara tidur, tentu suaminya lolos dari peristiwa naas itu.

"Jadi siang itu HP-nya ada di kios. Dia (Tejo) ada tidur di rumah. HP-nya nada diam. Tidak ada suara. Saya lihat, ada tiga panggilan tidak terjawab dari Obed (Obed Magang). Saya lihat layar kedap-kedip. Lalu saya angkat. Saya sempat lihat jam waktu itu, pas setengah 1 (12.30 WITA)," tutur Serly Salfince.

"Saat saya terima telepon, Obed bilang, bapak nona (Tejo) mana? Saya bilang, ada tidur bapak. Karmana? Ada perlu kah? Obed bilang, kalau ada na naik dulu. Cepat saja, sonde lama," sambung Serly mengutip percakapannya dengam Obed lewat hanphone.

Serly kemudian berjalan menuju rumah dan membangun Tejo yang sementara tidur dalam kamar dan melaporkan kalau Oebd ada perlu. "Saya kasih bangun Tejo. Saya bilang kakak Obed ada perlu. Ada perlu apa, saya juga tidak tahu. Jadi kau (Tejo) pergi dulu ketemu kakak Obed," lanjut cerita Serly.

Setelah mendapat pemberitahuan darinya, Tejo kata Serly kemudian bangun dari tempat tidur dan mengambil baju kemudian langsung berjalan keluar rumah menuju ke lokasi yang dimaksud Obed dalam percakapan di telepon tadi.

"Setelah itu, saya tidak tahu lagi, sampai kemudian saya diberitahu Obed kalau Tejo sudah di Polresta karena ditangkap polisi," kata Serly sambil berlinang air mata.

Saat diwawancarai wartawan, Serly masih memendam rasa bersalah karena nekat membangun suaminya yang sementara tidur. Padahal siang itu, dirinya bersama Tejo baru saja bolak-balik dari rumah ke SPBU Bimoku membeli BBM untuk dijual lagi secara eceran di kios di depan rumah mereka.

"Siang itu, Tejo ada tidur karena kami dua bolak balik beli bensin di SPBU Bimoku. Coba kalau saya tidak kasih bangun dia (Tejo) tentu tidak terjadi kejadian seperti ini," kata Serly dengan mata berkaca-kaca.

Karena itu, dari lubuk hati yang terdalam, Serly menyampaikan permohonan maaf kepada Keluarga Roy Bolle. Apa yang sekarang dialami merupakan buah dari perbuatan suaminya (Tejo).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved