Berita NTT

Terpilih Menjadi Ketua Sinode GMIT, Pdt Samuel Pandie: Mari Kita Kerja Sama 

Kolaborasi kita itu sudah berjalan lama. Tapi kolaborasi ini kadang hanya sekedar konsep, sehingga nanti mesti dipersiapkan secara baik

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua Sinode GMIT terpilih Pendeta Samuel Pandie (kedua dari kiri) duduk bersama Pendeta Mesakh Dethan (tengah) di sela sela sidang Sinode GMIT ke35 di SAbu Raijua, Jumat (19/10/2023) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Pendeta (Pdt) Samuel Pandie terpilih menjadi Ketua Sinode GMIT untuk empat tahun ke depan. Dia mengajak adanya kerja sama dan fokus ke pembangunan jemaat. 

Menurut dia, proses Sidang Sinode GMIT ke 35 itu telah usai. Baginya yang terpilih merupakan orang yang memiliki kharisma sehingga ada tahapan itu pun terjadi 

"Tidak ada menang dan kalah. Yang ada itu adalah Tuhan pakai pemimpin untuk siapa yang dia mau dan itu sudah selesai, dan mari kita kerja sama untuk jemaat," kata Pdt Samuel Pandie dihubungi dari Kupang, Jumat 20 Oktober 2023. 

Dia mengatakan adanya agenda besar yang sedang menanti, harusnya menjadi fokus ke depan. 

Baca juga: NTT Memilih, Personel Ops Mantap Brata Turangga Gelar Patroli di KPU dan Bawaslu NTT

Dalam tiga bulan selanjutnya, kata dia, kepemimpinan masih tetap dipegang oleh Majelis Sinode GMIT kepengurusan 2020-2023. 

Pada tanggal 10 Januari 2024, baru akan dilakukan proses serah terima. Pihaknya akan membantu mempersiapkan bahan sidang maupun surat lainnya dalam mempersiapkan sidang Majelis Sinode GMIT di tahun depan untuk pertama kalinya.

Pdt Samuel Pandie menuturkan, proses hingga pada titik itu sudah lalui sebelumnya dari pengusulan nama calon oleh Klasis.

Menurut dia, kerja kepengurusan pada periode yang ia pimpin merujuk pada Rencana Induk Pelayanan hingga tahun 2030 dan Haluan Kebijakan Pelayanan selama empat tahun. 

"Yang kita kerjakan itu berdasarkan perintah Sinode GMIT. Ada pengembangan," sebut dia. 

Sementara itu, ada juga agenda yang bersifat rekomendasi dari persidangan yang masih berkaitan dengan pengembangan. 

Kerja ke depan juga, menurut dia, akan bercermin dalam tema yakni menjelaskan tentang spirit gereja berada dalam keberpihakan ke keadilan kaum marginal dan alam. 

Pdt Samuel Pandie juga merespon adanya ajakan kolaborasi dari pemerintah. Dia tidak mau kerja sama itu hanya bersifat konsep semata. 

Baca juga: NTT Memilih, Eks Koruptor Maju Caleg DPRD Flores Timur, Empat Orang Mantan Terpidana Umum

"Kolaborasi kita itu sudah berjalan lama. Tapi kolaborasi ini kadang hanya sekedar konsep, sehingga nanti mesti dipersiapkan secara baik," kata dia. 

Dia ingin gereja yang melibatkan diri tidak hanya selesai di bagian menghasilkan pemikiran tetapi juga ada kerja lanjutan. Sebab, gereja memiliki jemaat yang membutuhkan perlakuan lebih. 

Dirinya waktu itu mendapat dukungan 38 Klasis yang kemudian ditetapkan sebagai calon sementara. Selanjutnya di Sidang Sinode GMIT dilakukan pemilihan. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved