Berita Internasional

Jokowi Serukan Kerangka Perdagangan ASEAN-GCC di Tengah Defisit Jakarta

Presiden Joko Widodo atau Jokowi berada di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, untuk menghadiri KTT perdana ASEAN-GCC.

Editor: Agustinus Sape
Kantor Presiden RI
Presiden Indonesia Joko Widodo, kiri, dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bertemu pada 19 Oktober menjelang pertemuan puncak para pemimpin Asia Tenggara dan Teluk yang lebih luas. 

Widodo menyerukan agar konflik diselesaikan sesuai dengan hukum internasional.

ASEAN dan Timur Tengah telah menjalin hubungan yang lebih erat sejak tahun 1990an. KTT hari Jumat ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kerja sama ekonomi dan diplomatik kedua negara seiring dengan negara-negara Selatan – negara-negara berkembang dan berkembang yang sebagian besar berada di Asia, Afrika dan Amerika Latin – memperluas kehadiran mereka di panggung global.

Sebagian besar diskusi terfokus pada perang antara Israel dan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza. Dalam pernyataan bersama mengenai Gaza, para pemimpin mengutuk “semua serangan terhadap warga sipil” dan mendesak “penyelesaian konflik secara damai” dengan pandangan menuju solusi dua negara.

GCC sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap Palestina. Namun sikap di ASEAN lebih terpecah.

Para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk (GCC - the Gulf Cooperation Council) dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berkumpul di ibu kota Saudi, jumat 20 Oktober 2023, menandai pertemuan puncak yang pertama kalinya.
Para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk (GCC - the Gulf Cooperation Council) dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berkumpul di ibu kota Saudi, jumat 20 Oktober 2023, menandai pertemuan puncak yang pertama kalinya. (Shafaq News)

Banyak orang di Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, bersimpati kepada warga Palestina. Negara Asia Tenggara ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Widodo mengecam Israel dalam pertemuan dengan Pangeran Mohammed pada hari Kamis setelah ledakan mematikan di sebuah rumah sakit Gaza.

Malaysia juga semakin kritis terhadap Israel.

Di sisi lain, Filipina, sekutu AS, “memahami hak negara untuk membela diri,” menurut pernyataan dari kantor Marcos.

Para pemimpin di KTT tersebut juga mengadopsi rencana kerja sama baru antara tahun 2024 dan 2028, yang mencakup berbagai bidang mulai dari perdagangan hingga perubahan iklim. ASEAN sangat ingin meningkatkan ekspor ke negara-negara GCC, yang masih tertinggal jauh dibandingkan ekspor ke Tiongkok dan Amerika Serikat.

Sementara itu, negara-negara GCC bertujuan untuk mendiversifikasi perekonomian mereka di luar minyak dan gas. Mereka telah menginvestasikan dana yang diperoleh dari lonjakan harga minyak baru-baru ini di dalam dan luar negeri dan melihat pertumbuhan pasar Asia Tenggara sebagai target utama.

 

(jakartaglobe.id/shafaq.com/asia,nikkei.com)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved