KKB Papua
Senjata Api Terbatas, KKB Papua Gunakan Anak Panah Serang Pekerja Puskesmas
Lantaran senjata api yang dimiliki demikian terbatas, anggota KKB Papua kini menggunakan busur dan anak panah untuk menyerang warga sipil. Simak Ini.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Lantaran senjata api yang dimiliki demikian terbatas, anggota KKB Papua kini menggunakan busur dan anak panah untuk menyerang warga sipil. Fakta itu terungkap di Kampung Eromada, Distrik Omukia, Kabupaten Pucak.
Ulah anggota KKB Papua itu terjadi saat komplotan pengacau keamanan itu menyerang para pekerja yang sedang membangun gedung Puskesmas di Kampung Eromada, Kamis 19 Oktober 2023 sekitar pukul 13.00 WIT.
Saat itu kawanan pengacau keamanan yang berjumlah 9 orang, tiba-tiba muncul dari balik semak belukar dan langsung menyerang para pekerja di tempat itu.
Mendapatkan serangan mendadak tersebut, para pekerja pun langsung berhamburan menyelamatkan diri. Secara berpencar mereka buru-buru lari menghindari amukan anggota KKB Papua.
Pada saat itulah anggota KKB Papua yang memanggul senjata api, langsung menembak salah seorang di antaranya, dan pekerja itu pun tewas seketika.
Pada saat bersamaan, anggota KKB Papua yang membawa busur dan anak panah, tak tinggal diam. Mereka langsung menghujani dua pekerja lainnya dengan anak panah.
Rupanya anak panah tersebut menancap persis di tubuh korban, sehingga meninggalkan luka-luka serius. Hingga saat ini belum ada kabar tentang kondisi korban yang terkena panah tersebut.
Namun kabar tentang penyerangan tersebut, kini viral di media sosial. Peristiwa itu memperlihatkan betapa KKB Papua tetap bersikukuh dengan perjuangannya dan tak mau mengakui Indonesia sebagai negara yang menaunginya.
Atas fakta tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri angkat bicara. Ia menegaskan bahwa komplotan tersebut harus dikejar dan ditangkap. Para pelaku harus diproseshukumkan atas tindakan pidana yang dilakukannya.
Untuk diketahui, akhir-akhir ini KKB Papua semakin aktif memperlihatkan taringnya. Mereka terus melancarkan aksinya pada daerah yang saling terpisah satu sama lain.
Pada 18 September 2023, misalnya, komplotan penjahat ini beraksi di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dalam insiden itu, KKB Papua menembak mati seorang anggota brimob atas nama Briptu Rudi Agung Ashari dan menembak dua dua warga sipil yang baru saja pulang dari rumah duka di kampung itu.
Keesokan harinya, Selasa 19 September 2023, komplotan yang sama menembak pesawat Trigana Air yang sedang melintas di wilayah Distrik Serambakon.
Untungnya, peluru yang ditembak tak sampai menjangkau sasaran, sehingga pesawat itu pun terus terbang hingga akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Sentani, Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua.
Baca juga: Usai Pukul Mundur KKB Papua, Prajurit TNI Polri Kuasai Lokasi Penambangan di Yahukimo
Baca juga: 11 Warga Ini Jadi Saksi Kunci Kematian Tujuh Pendulang Emas di Yahukimo Gegara KKB Papua
Pasca insiden tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan langsung menerjunkan pasukan ke Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Baru satu dua hari berada di wilayah bergolak tersebut, pasukan TNI Polri ini tiba-tiba terlibat adu kontak dengan anggota KKB Papua. Peristiwa ini terjadi saat KKB Papua melakukan penyerangan secara mendadak di Kampung Mondusit, Distrik Serambakon.
Dalam peristiwa tersebut, lima anggota KKB Papua dinyatakan tewas ditembak. Senjata api yang digunakannya pun berhasil dirampas oleh prajurit TNI Polri.
Sejak insiden yang terjadi pada Sabtu 30 September 2023 itu sampai dengan saat ini, KKB Papua tak lagi berkutik di wilayah Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Di kala suasana di Pegunungan Bintang itu berubah menjadi kondusif, suasana kisruh justeru muncul di Kabupaten Yahukimo. Suasana ini terjadi, saat KKB Papua menyerang lokasi pendulangan emas di Kali Satu, Kampung Mosomduba, Distrik Seradala.
Dalam serangan tersebut, tujuh warga sipil yang sehari-harinya bekerja sebagai pendulang emas, dijemput maut. Tujuh korban ini tewas mengenaskan diserang KKB Papua.
Setelah para korban jatuh terkena tembakan, KKB Papua masih melakukan lagi tindakan keji yakni menyayat tubuh korban dengan senjata tajam yang dimilikinya.
Akibatnya, para korban tersebut tewas dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Selain tubuhnya berlubang-lubang gegara terkena peluru, kondisi tubuh para korban juga penuh dengan luka yang menganga lebar.
Sementara 11 pendulang emas lainnya, berhasil menyelamatkan diri. Para korban yang selamat itu sembunyi di balik hutan belukar yang ada di sekitar lokasi penambangan tersebut.
Dalam situasi yang masih mencekam, tiba-tiba datang bala bantuan dari prajurit TNI Polri. Tim yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz itu berusaha mengevakuasi para korban ke tempat yang aman.
Usaha itu memang berhasil, kendati berada dalam suasana menegankan, karena terus diserang oleh KKB Papua dengan tembakan dari jarak jauh.
Dalam aksi penyelamatan warga sipil itu, Satgas Ops Damai Cartenz terlibat adu tembak dengan KKB Papua sekitar hampir dua jam lamanya.
Akhir dari pertempuran tersebut, adalah anggota KKB Papua itu berhasil dipukul mundur dari medan pertempuran hingga akhirnya memilih lari menyelamatkan diri.
Sementara ketika Satgas Ops Damai Cartenz menyisir lagi area di sekitar lokasi kejadian tersebut, ditemukan lagi 25 warga sipil yang adalah pendulang emas, masih bersembunyi di tengah hutan di sekitar Kali Satu, Kampung Mosomduba, Distrik Seradala.
Pada saat itu juga, 25 warga sipil itu langsung dievakuasi dan dibawa ke tempat yang aman. Dengan demikian sampai dengan saat ini sudah 45 pendulang emas yang telah berhasil diselamatkan dari incaran kelompok kriminalis bersenjata.
Sementara kabar lainnya, adalah seusai menyerang para pendulang emas di Kampung Mosomduba, 9 oknum anggota KKB Papua kemudian menyerang 22 pekerja bangunan Puskesmas di Kampung Eromada, Distrik Omukia, mendapat serangan mendadak dari Kelompok Separatis Teroris pada Kamis 19 Oktober 2023 sekitar pukul 13.00 WIT.
Dalam serangan tersebut, tercatat seorang pekerja bangunan tewas terkena tembakan. Sementara dua pekerja lainnya menderita luka-luka karena terkena anak panah.
Informasi yang berkembang menyebutkan, bahwa penyerangan itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Saat itu, para pekerja bangunan sedang larut dalam kesibukannya.
Dalam kondisi itulah awak KKB Papua tiba-tiba datang dan langsung menyerang. Serangan itu mengakibatkan seorang pekerja Puskesmas tewas meregang nyawa. Sedangkan dua pekerja lainnya terluka karena tebasan benda tajam.
Terungkap kabar, bahwa ketika pekerja puskemas itu melarikan diri, ada di antaranya yang langsung melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Pos Komando Taktis Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan.
Atas laporan itulah, sehingga aparat keamanan yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz, langsung terjun ke lapangan untuk menghalau serangan tersebut.
Namun, kedatangan aparat keamanan tersebut tak lagi menjumpai anggota KKB Papua yang melancarkan aksinya tersebut. Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut, telah lari meninggalkan lokasi kejadian.
Baca juga: Meski Ditembak KKB Papua, 25 Pendulang Emas di Yahukimo Berhasil Diselamatkan TNI Polri
Baca juga: Kapolda Papua Perintahkan Jajarannya: Cepat Kejar KKB Papua, Tangkap dan Proseshukumkan
Belum diketahui pasti ke arah mana anggota KKB Papua tersebut melarikan diri. Namun kuat dugaan, para kriminalis itu terus bergerak seturut perintah.
Pasalnya, dari aksi-aksi yang dilakukannya, terkesan mereka terorganisir secara baik. Itu terlihat dari model pergerakannya yang selalu bersama-sama, baik dalam jumlah yang cukup banyak maupun dalam jumlah kecil. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS