KKB Papua

MENGERIKAN, Usai Serang Pendulang Emas di Yahukimo, KKB Papua Tembak Mati Pekerja Puskesmas di Ilaga

Seusai menembak mati pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, anggota KKB Papua menembak mati seorang pekerja puskesmas di Ilaga, Kabupaten Puncak.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin

POS-KUPANG.COM – Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua rupanya tak ingin menghentikan tindakan anarkisnya seperti yang dilakukan selama ini. Buktinya, satu persatu tindakan itu terus dilancarkan sampai dengan saat ini.

Fakta itu terungkap dalam dua tindakan mengerikan yang terjadi di wilayah provinsi Papua Pegunungan pada Senin 16 Oktober 2023 dan Kamis 19 Oktober 2023,

Pada Senin 16 Oktober 2023 siang, misalnya, KKB Papua menyerang para pendulang emas yang sedang beraktivitas di Kali Satu, Kampung Mosomduba, Distrik Seradala.

Dalam serangan mendadak itu, tujuh orang pendulang emas tewas dengan tubuh penuh luka. Para korban itu menderita luka tembak dan luka sayat di sekujur tubuh. Mereka pun menghembuskan nafas terakhir dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Dalam insiden ini, puluhan pendulang emas lainnya terpaksa lari menyelamatkan diri. Pasalnya, mereka tak memiliki senjata apa pun, sementara pada saat yang sama, harus berhadapan dengan KKB Papua yang terkenal beringas dan haus akan kematian orang lain.

Saat ini tujuh korban tewas telah dievakuasi bersama 11 warga lain yang selamat dari kekejaman KKB Papua tersebut. 11 Pendulang emas ini selamat, lantaran berhasil melarikan diri ketika diserang KKB Papua.

Sementara itu, ketika prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz menyisir ulang daerah di sekitar lokasi kejadian di tempat pendulangan emas di Kali Satu, Kampung Mosomduba, Kabupaten Yahukimo, ditemukan lagi 25 warga sipil yang masih bersembunyi di tengah hutan di area itu.

Para korban tersebut langsung dievakuasi ke tempat yang aman dengan menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan. “Para pendulang emas itu sudah dievakuasi ke tempat yang aman,” ujar Kapolda Papua, Irjem Pol Mathius D Fakhiri.

Dalam video berdurasi singkat itu, Kapolda Papua menyebutkan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk mengejar para pelaku sampai dapat. Para pelaku harus ditangkap agar bisa diproseshukumkan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Belum selesai menangani kasus tersebut, KKB Papua kembali melancarkan lagi tindakan kejamnya. Jika sebelumnya aksi itu dilakukan di Kabupaten Yahukimo, kali ini kasus serupa terjadi lagi di Kabupaten Puncak.

Baca juga: Diduga Tak Mampu Hadapi TNI Polri, KKB Papua Alihkan Target, Tembak Mati Warga Pendulang Emas

Baca juga: Kesaksian Pilot Susi Air Soal KKB Papua: Saya Masih Hidup, Masih Sehat, di Sini Kami Selalu Bersama

Di Kabupaten Puncak ini, KKB Papua menyerang para pekerja yang sedang membangun fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Fasilitas kesehatan itu dibangun untuk kepentingan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam serangan tersebut, KKB Papua menembak mati satu pekerja dan melukai dua pekerja lainnya. Sedangkan pekerja yang lain terpaksa lari berhamburan menyelamatkan diri.

Dilansir Pos-Kupang.Com dari Kompas TV Jumat 20 Oktober 2023, sebanyak 22 pekerja yang sedang membangun gedung Puskesmas di Kampung Eromada, Distrik Omukia, mendapat serangan mendadak dari Kelompok Separatis Teroris pada Kamis 19 Oktober 2023 sekitar pukul 13.00 WIT.

Dalam serangan tersebut, KKB Papua menembak mati salah seorang pekerja dan melukai dua pekerja lainnya. Serangan tersebut melibatkan sembilan anggota KKB.

Dalam aksinya, mereka membawa senjata api dan senjata tajam lainnya, seperti parang, kapak, busur dan anak panah. Seusai melancarkan aksinya, anggota KKB Papua itu lalu memilih lari masuk hutan.

Informasi yang berkembang menyebutkan, bahwa penyerangan itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Saat itu, para pekerja bangunan sedang larut dalam kesibukannya.

Dalam kondisi itulah awak KKB Papua tiba-tiba datang dan langsung menyerang. Serangan itu mengakibatkan seorang pekerja Puskesmas tewas meregang nyawa. Sedangkan dua pekerja lainnya terluka karena tebasan benda tajam.

Terungkap kabar, bahwa ketika pekerja puskemas itu melarikan diri, ada di antaranya yang langsung melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Pos Komando Taktis Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan.

Atas laporan itulah, sehingga aparat keamanan yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz, langsung terjun ke lapangan untuk menghalau serangan tersebut.

Namun, kedatangan aparat keamanan tersebut tak lagi menjumpai anggota KKB Papua yang melancarkan aksinya tersebut. Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut, telah lari meninggalkan lokasi kejadian.

Belum diketahui pasti ke arah mana anggota KKB Papua tersebut melarikan diri. Namun kuat dugaan, para kriminalis itu terus bergerak seturut perintah.

Pasalnya, dari aksi-aksi yang dilakukannya, terkesan mereka terorganisir secara baik. Itu terlihat dari model pergerakannya yang selalu bersama-sama, baik dalam jumlah yang cukup banyak maupun dalam jumlah kecil.

Baca juga: Usai Pukul Mundur KKB Papua, Prajurit TNI Polri Kuasai Lokasi Penambangan di Yahukimo

Baca juga: 11 Warga Ini Jadi Saksi Kunci Kematian Tujuh Pendulang Emas di Yahukimo Gegara KKB Papua

Dalam serangan terhadap pendulang emas di Kali Satu, Kampung Mosomduba, Distrik Seradala, jumlah anggota KKB Papua yang ikut dalam aksi anarkis tersebut disebut-sebut sebanyak kurang lebih 30 orang.

Sementara dalam serangan terhadap para pekerja puskesmas di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, jumlah anggota KKB yang terlibat dalam insiden itu sebanyak 9 orang. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved